AS dan Rusia Saling Kecam Terkait Senjata di Ruang Angkasa

Perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Rusia berselisih di Dewan Keamanan PBB mengenai aktivitas militer di ruang angkasa.

Dewan Keamanan pada Senin (20/05/2024) menolak resolusi rancangan Rusia yang menyerukan untuk mencegah "sepanjang masa" penempatan senjata di ruang angkasa. Draf tersebut gagal memperoleh minimal sembilan suara.

Sebelum pemungutan suara, Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengatakan Rusia meluncurkan satelit pekan lalu, yang menurut penilaian Washington mungkin mampu menyerang satelit lain di orbit rendah Bumi.

Wood menuduh Rusia berusaha "mengalihkan perhatian global dari pengembangan satelit baru yang membawa perangkat nuklir".

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menanggapinya dengan mengatakan bahwa dirinya “bahkan tidak sepenuhnya memahami” apa yang dimaksud utusan AS tersebut.

Pada bulan April, Rusia memveto rancangan resolusi yang diajukan oleh Jepang dan AS, yang meminta larangan pengembangan nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya untuk ditempatkan di orbit bumi.

Rancangan Rusia yang ditolak pada Senin meminta negara-negara untuk tidak mengerahkan senjata apa pun di ruang angkasa, termasuk senjata pemusnah massal.