Ukraina Peringatkan Kampanye Disinformasi Rusia terhadap Zelenskyy

Pemerintah Ukraina meminta masyarakat untuk waspada terhadap disinformasi Rusia yang mempertanyakan legitimasi kepresidenan Volodymyr Zelenskyy.

Masa jabatan lima tahun Zelensky sebagai presiden seharusnya berakhir pada Senin (20/05/2024), tetapi ia tetap menjabat. Pemilihan presiden, yang dijadwalkan pada bulan Maret, tidak dilaksanakan di tengah keadaan darurat militer yang diberlakukan setelah Rusia memulai invasi ke Ukraina.

Badan Intelijen Asing Rusia dalam sebuah pernyataan pada Senin mengatakan bahwa dukungan terhadap Zelenskyy dari warga Ukraina makin berkurang. Badan tersebut mengungkapkan bahwa Presiden Ukraina itu merasa posisinya rawan, dan ia berusaha keras menyingkirkan siapa pun yang tidak dapat ia andalkan menjelang akhir masa jabatannya.

Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin mempertanyakan legitimasi politik Presiden Zelenskyy. Namun, jajak pendapat pada Februari yang dilakukan oleh sebuah badan survei opini Ukraina, Institut Sosiologi Internasional Kyiv, menemukan bahwa 69 persen warga berpendapat Zelenskyy harus tetap menjabat hingga keadaan darurat militer dicabut.

Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina pada Senin mendesak masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi palsu yang disebarkan oleh Rusia. Dikatakan bahwa Rusia berharap dapat memprovokasi krisis politik untuk melemahkan dukungan internasional terhadap Ukraina, serta mengganggu kapabilitas pertahanannya.