Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi

Presiden Iran Ebrahim Raisi (63) adalah akademisi hukum Islam dari Kota Masyhad, Iran timur laut.

Ia pernah menjabat sebagai jaksa agung dan hakim agung di sistem peradilan Iran, yang memainkan peran penting dalam mempertahankan syariat Islam.

Raisi memenangkan pemilihan presiden pada Juni 2021. Ia dikenal sebagai tokoh konservatif garis keras dan diperkirakan menjadi salah satu calon penerus pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (85).

Raisi mengintensifkan tindakan keras terhadap protes besar-besaran di seluruh negeri yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi pada tahun 2022. Wanita berusia 22 tahun itu ditangkap karena diduga mengenakan jilbab secara tidak patut. Raisi saat itu mengatakan pemerintahannya tidak bisa membiarkan kerusuhan mengganggu ketenteraman masyarakat.

Ia mempertahankan pendekatan diplomatik garis keras terhadap Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Ia mendukung kelompok Islam Hamas dalam perang di Gaza, menerapkan sikap yang makin bermusuhan terhadap Israel dan pendukungnya, Amerika Serikat.