Para Pemimpin Dunia Prihatin atas Penderitaan di Gaza

Para pemimpin dunia terus menyatakan keprihatinannya atas peningkatan aktivitas militer Israel di Rafah. Mereka menyampaikan “keprihatinan besar” atas dampak kemanusiaan yang luar biasa. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk terus menjalankan serangannya dan untuk "menuju kemenangan".

Netanyahu melakukan tur udara ke Gaza pada Kamis (16/05/2024) dan menerima penjelasan dari para komandan. Ia mengatakan kepada pasukannya bahwa kemenangan diperlukan untuk menghilangkan "saluran pipa" yang digunakan oleh pejuang Hamas.

Netanyahu mengatakan, "Pertempuran ini, yang Anda merupakan bagian integralnya, adalah pertempuran yang akan menentukan banyak hal dalam aksi ini."

Negara-negara anggota Liga Arab mengadakan pertemuan puncak pada Kamis dan mengutuk para pemimpin Israel karena menghalangi upaya gencatan senjata dan meningkatkan agresinya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berpidato di pertemuan puncak tersebut dan mengatakan kepada para pemimpin bahwa tidak ada yang bisa membenarkan apa yang disebutnya sebagai "hukuman kolektif" terhadap rakyat Palestina.

Guterres mengatakan, "Setiap serangan terhadap Rafah tidak dapat diterima. Ini akan menimbulkan gelombang rasa sakit dan kesengsaraan ketika kita membutuhkan lonjakan bantuan untuk menyelamatkan jiwa."

Para pemimpin Arab juga menyerukan pengerahan pasukan penjaga perdamaian PBB sampai solusi dua negara dapat diterapkan.