Netanyahu: Operasi Rafah Akan Selesai dalam "Hitungan Minggu"

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan militer di Rafah akan berlangsung dalam hitungan minggu, bukan bulan ataupun tahun. Ia menekankan perlunya menghancurkan empat batalion Hamas di kota di Gaza selatan itu.

Netanyahu diwawancarai oleh saluran berita Amerika Serikat CNBC pada Rabu (15/05/2024).

Netanyahu menyebutkan bahwa AS dan Israel memiliki "ketidaksepakatan". Namun, ia mengatakan, "Terkadang kita hanya perlu melakukan apa yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup dan masa depan."

Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan bahwa Washington akan menunda penyediaan amunisi dan senjata lainnya jika pasukan Israel melakukan operasi darat skala besar di Rafah, tempat banyak warga sipil berlindung.

Media melaporkan bahwa Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan berencana melakukan perjalanan ke Israel akhir pekan ini untuk mengupayakan terobosan guna menghentikan pertempuran.

Militer Israel pada Rabu mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap sekitar 80 sasaran di seluruh daerah kantong tersebut selama satu hari terakhir. Militer juga mengungkapkan bahwa pasukan daratnya telah "menyingkirkan" sejumlah besar pejuang Hamas di Rafah dan Kota Jabalia di Gaza utara.