PM Qatar Sebut Perundingan Gencatan Senjata Hampir Buntu

Qatar telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mencoba meredakan ketegangan di Gaza dengan mengadakan pembicaraan antara Israel dan Hamas untuk menjamin pembebasan sandera dan mencapai gencatan senjata. Namun, pemimpin negara tersebut mengakui bahwa negosiasi "berada dalam status hampir menemui jalan buntu".

Perdana Menteri Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan Hamas ingin mengakhiri pertempuran bahkan sebelum berbicara tentang sandera. Namun, menurutnya, Israel mempunyai pemikiran berbeda.

Perdana Menteri Qatar mengatakan, "Selama tidak ada kesamaan antara keduanya, hal itu tidak akan memberikan hasil."

Ia juga mengatakan serangan Israel di Kota Rafah, Gaza selatan, membuat perundingan mengalami "kemunduran".

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/05/2024) bahwa, selama sehari terakhir, telah menyerang lebih dari 100 sasaran di seluruh Gaza dan "menyingkirkan" puluhan pejuang Hamas.

Al Jazeera melaporkan bahwa serangan udara di Kota Nuseirat, Gaza tengah, menghantam sebuah bangunan tempat tinggal, menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk anak-anak.

Warga Gaza berjuang untuk mendapatkan akses perawatan medis yang sangat dibutuhkan. Komite Internasional Palang Merah pada Selasa mengatakan telah membuka rumah sakit lapangan di Rafah pada 9 Mei.

Para pejabat di komite tersebut mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati dan melindungi misi medis.