Kelompok Prodemokrasi Myanmar Serukan Bantuan di Tokyo

Para pejabat senior kelompok etnis minoritas dan prodemokrasi Myanmar mengunjungi Tokyo. Mereka bercerita tentang perjuangannya melawan junta negara itu dan meminta bantuan dari Jepang.

Perwakilan dari tiga pasukan bersenjata etnis minoritas dan seorang menteri Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) mengadakan konferensi pers bersama pada Rabu (15/05/2024).

Menteri Pendidikan dan Kesehatan NUG, Zaw Wai Soe, mengatakan pihaknya telah mengamankan 65 persen wilayah Myanmar. Perjuangan melawan junta dimulai setelah kudeta 2021.

Menteri itu mengatakan makin pasukannya meningkatkan kekuatan, makin kejam pula militer, sehingga banyak orang terbunuh dalam serangan udara.

Ia juga mengatakan rakyat tidak bisa mendapatkan pasokan medis dan bantuan kecuali mereka bekerja sama dengan militer. Banyak pasokan dari komunitas internasional disalurkan melalui militer.

Ia mendesak pemerintah Jepang mencari cara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan.