Pengusaha Jepang Gugat Meta atas Iklan Investasi Palsu

Seorang pengusaha Jepang mengajukan tuntutan hukum terhadap raksasa TI Amerika Serikat (AS) Meta dan unitnya di Jepang, meminta ganti rugi dan penghentian iklan investasi palsu yang menampilkan dirinya yang terpasang di platform Meta. Langkah ini dilakukan di tengah serangkaian penipuan daring yang dilakukan penipu yang menyamar sebagai selebritas.

Maezawa Yusaku mengumumkan gugatan terhadap Meta dan Facebook Jepang kepada Pengadilan Distrik Tokyo pada Rabu (15/05/2024) melalui akunnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Maezawa mengeklaim bahwa tanpa seizinnya, sejumlah besar iklan investasi palsu yang menggunakan nama dan fotonya telah diunggah di Facebook dan Instagram yang dioperasikan Meta sejak musim semi tahun lalu. Ia mengeklaim bahwa mengizinkan iklan semacam itu dipasang secara daring melanggar hak publisitas dan foto.

Maezawa mengatakan bahwa melalui sistem pelaporan yang ia lakukan pada Maret, ia menerima 96 konsultasi mengenai kerugian akibat iklan palsu yang menggunakan nama dan fotonya.

Ia meminta ganti rugi sebesar 1 yen atau 0,006 dolar. Dalam sebuah wawancara dengan NHK, ia mengatakan ingin sesegera mungkin mengonfirmasi ilegalitas pemasangan iklan yang mengarah pada penipuan dengan menetapkan kerugian sebesar 1 yen dan memperjelas fokus pada tuntutan hukum.

Maezawa berharap detail tindakan konkret yang akan diambil Meta, yang disebutnya sebagai kotak hitam, akan dijelaskan oleh pengadilan.