Putin Terbuka atas Dialog tentang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada media Cina bahwa ia terbuka bagi dialog mengenai Ukraina. Ia juga mengisyaratkan bahwa Moskwa menyambut baik keterlibatan Beijing dalam upaya menyelesaikan konflik tersebut.

Pada Rabu (15/05/2024), kantor kepresidenan Rusia mengunggah secara daring sebuah wawancara Putin dengan kantor berita pemerintah Cina, Xinhua.

Wawancara tertulis itu dilakukan menjelang lawatan resmi Putin ke Cina. Kunjungan tersebut rencananya akan dilakukan pada Kamis (16/05/2024) dan Jumat (17/05/2024).

Lawatan ini akan menjadi kunjungan luar negeri pertama Putin sejak pelantikannya sebagai presiden untuk masa jabatan kelimanya pekan lalu. Putin akan mengunjungi Beijing dan Kota Harbin di timur laut, yang terletak di Provinsi Heilongjiang.

Putin memuji pendekatan Cina dalam menyelesaikan krisis di Ukraina. Beijing sangat menyadari akar permasalahannya serta signifikansi geopolitik global, yang tercermin dalam 12 poin rencananya.

Cina merilis rencana tersebut, yang menyerukan dialog dan gencatan senjata, pada Februari 2023. Dokumen itu tidak menyerukan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina.

Amerika Serikat dan negara-negara lain menolak rencana tersebut. Negara-negara itu berpendapat bahwa hal ini hanya menguntungkan Moskwa secara sepihak.

Dalam wawancara itu Putin mengatakan pihaknya mengupayakan penyelesaian konflik secara komprehensif, berkelanjutan, dan adil melalui cara-cara damai. Ia menambahkan bahwa Rusia terbuka untuk berdialog mengenai Ukraina.

Namun, ia menekankan bahwa negosiasi tersebut harus mempertimbangkan kepentingan semua negara yang terlibat dalam konflik, termasuk Rusia.