Pengadilan Tolak Tuntutan Tetap Menonaktifkan Reaktor No. 2 Shimane

Pengadilan di Jepang barat menolak mengeluarkan perintah memblokir pengoperasian kembali sebuah reaktor di PLTN Shimane.

Pengadilan Tinggi Hiroshima cabang Matsue mengeluarkan keputusan tersebut pada Rabu (15/05/2024). Empat warga dari Shimane dan prefektur yang bertetangga, Tottori, mengajukan tuntutan untuk mencegah reaktor No. 2 di PLTN tersebut kembali beroperasi.

Unit ini telah dinonaktifkan sejak 2012 saat diputus dari jaringan untuk pemeriksaan rutin. Regulator nuklir memberikan persetujuan untuk mengaktifkan kembali reaktor tersebut pada 2021. Perusahaan Tenaga Listrik Chugoku berencana untuk mengoperasikan kembali reaktor tersebut pada Desember.

Penggugat berpendapat bahwa Perusahaan Listrik Chugoku meremehkan nilai getaran maksimum dari kemungkinan gempa di dekat PLTN itu, serta volume abu yang dikeluarkan oleh potensi letusan gunung berapi di prefektur tersebut.

Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan utilitas tersebut telah secara hati-hati membuat perkiraan gempa, dan penilaian tersebut didukung oleh regulator nuklir. Dikatakan bahwa asumsi tersebut tampaknya tidak memiliki kekurangan atau kesalahan, dan oleh karena itu tidak beralasan.

Hakim ketua juga mengatakan bahwa survei geologi menyangkal skala risiko akumulasi abu vulkanik yang diklaim oleh warga.

Hakim juga menolak keraguan penggugat tentang kelayakan rencana evakuasi jika terjadi kecelakaan nuklir. Hakim menolak gagasan bahwa ada risiko spesifik terjadinya kecelakaan di PLTN itu.