Panel Ishikawa Rekomendasikan 30 Kematian Diakui Terkait Gempa

Lebih dari empat bulan sejak gempa dahsyat melanda Semenanjung Noto di Jepang tengah pada 1 Januari. Sebuah panel pakar mengadakan pertemuan pertama untuk sertifikasi kematian akibat bencana. Panel tersebut merekomendasikan kematian 30 korban agar diakui terkait gempa itu.

Keluarga dari orang-orang yang tampaknya meninggal karena stres dan kelelahan saat tinggal jauh dari rumah akibat gempa kemungkinan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan. Mereka perlu terlebih dahulu mengajukan permohonan sertifikasi kematian terkait bencana.

Pemerintah daerah mengadakan pertemuan pakar untuk menentukan kematian yang memenuhi kriteria. Panel itu mengadakan rapat untuk pertama kalinya pada Selasa (14/05/2024).

Panel tersebut mengkaji 35 permohonan untuk warga yang meninggal di kota Wajima, Suzu, dan Noto. Dari jumlah tersebut, panel itu merekomendasikan agar 30 korban mendapatkan sertifikasi.

Seorang pakar mengungkapkan penting untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak. Profesor Universitas Kansai Okumura Yoshihiro mengatakan, "Cuaca akan memanas dan orang cenderung kehilangan stamina dalam cuaca panas."

Ia menambahkan bahwa para penyintas tidak boleh berlebihan dalam melakukan pembersihan dan pembangunan kembali. Ia menyarankan agar para penyintas meminta bantuan dari orang-orang yang lebih muda.

Pemerintah kota sejauh ini telah menerima setidaknya 100 permohonan sertifikasi. Jumlahnya bisa melonjak tajam seiring berjalannya proses penyaringan.