Menteri Luar Negeri Mesir Peringatkan Bahaya Operasi Rafah

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan kelanjutan operasi Israel di Gaza, khususnya di Rafah, menimbulkan “bahaya besar” bagi stabilitas regional. Ia melakukan percakapan telepon pada Senin (13/05/2024) dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken.

Shoukry memperingatkan penutupan penyeberangan Rafah di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Gaza akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang mengerikan. Shoukry dan Blinken sepakat bahwa mereka tidak ingin melihat warga Palestina dipaksa keluar dari Gaza. Mereka mengatakan akan melakukan segala yang dimungkinkan untuk mencegah eskalasi konflik ke wilayah lain di Timur Tengah.

Para pejabat Mesir melalui Mahkamah Internasional juga memberikan tekanan kepada Israel untuk menarik diri dari Rafah. Mereka menambahkan dukungannya terhadap gugatan yang diajukan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan tindakan genosida.

Para pemimpin Mesir mengatakan mereka memutuskan untuk bergabung karena “memburuknya tingkat keparahan dan cakupan” serangan, termasuk yang menargetkan warga sipil. Mereka meminta Israel untuk mematuhi kewajibannya sebagai “kekuatan pendudukan” dan menjamin akses terhadap bantuan kemanusiaan. Mereka menuntut agar pasukan Israel tidak melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia apa pun terhadap warga sipil Palestina.