Israel Peringati Korban Perang pada Hari Memorial

Warga Israel pada Senin (13/05/2024) memperingati warganya yang tewas dalam perang atau serangan teroris. Pada Hari Memorial ini, banyak orang yang memfokuskan pada konflik di Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada mereka bahwa kemenangan akan "menjamin masa depan mereka".

Orang-orang di Israel berhenti sejenak selama dua menit untuk memberikan penghormatan kepada generasi-generasi yang tewas dalam perang. Netanyahu berbicara pada sebuah upacara di Yerusalem, menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik demi kelangsungan hidup mereka. "Pilihannya adalah kita, Israel, atau mereka, monster Hamas, apakah kelangsungan hidup, kebebasan, keamanan, dan kemakmuran, atau penghancuran, pembantaian, pemerkosaan, dan perbudakan," katanya.

Netanyahu mengatakan perang kemerdekaan Israel belum berakhir. "Kami akan mewujudkan tujuan kemenangan dan inti dari tujuan tersebut adalah kembalinya semua sandera ke rumah mereka,” katanya.

Netanyahu menghadapi kritik selama konflik. Ia kembali dikritik ketika seorang pencemooh menyela prosesinya. Banyak warga Israel yang marah atas kegagalan keamanan sebelum serangan Hamas dan pertempuran yang terjadi setelahnya. Mereka menyaksikan pasukan mereka terus melancarkan serangan di Gaza.

Al Jazeera melaporkan tentara Israel telah memerintahkan staf di sebuah rumah sakit di Kota Rafah, Gaza selatan untuk mengungsi. Para tentara telah memaksa pergi ratusan keluarga pengungsi yang berlindung di enam sekolah.