Kendaraan PBB Diserang di Rafah, Menewaskan Satu Staf

PBB mengatakan salah satu anggota stafnya tewas dan seorang lainnya terluka ketika sebuah kendaraan PBB diserang di Kota Rafah, Gaza selatan, pada Senin (13/05/2024).

Seorang juru bicara PBB mengatakan kepada wartawan bahwa kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan menuju sebuah rumah sakit di Rafah ketika diserang.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa personel yang terbunuh bukanlah warga Palestina, melainkan seorang anggota staf internasional. Kewarganegaraan individu tersebut tidak diungkapkan.

Juru bicara itu menambahkan bahwa ini adalah kematian pertama staf PBB sejak konflik dimulai di Gaza pada Oktober lalu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan penuh. Ia menegaskan kembali seruannya bagi gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan semua sandera karena konflik di Gaza terus memakan banyak korban, baik warga sipil maupun pekerja kemanusiaan.

Media Israel mengatakan penyelidikan awal oleh militer Israel menemukan satu orang tewas dan lainnya terluka parah akibat penembakan terhadap kendaraan PBB di dekat penyeberangan Rafah.

Media mengatakan militer masih menyelidiki insiden tersebut serta menyampaikan bahwa tidak jelas apakah penembakan itu dilakukan oleh tentara.

Kelompok Islam Hamas menyalahkan Israel atas penembakan tersebut, dengan mengatakan bahwa Israel menyerang dua warga asing, yaitu seorang pria dan seorang wanita, yang tengah melakukan perjalanan menggunakan kendaraan PBB dengan bendera dan tanda pengenal PBB. Kelompok itu menekankan bahwa Israel dan Amerika Serikat (AS) memikul tanggung jawab penuh.