Jepang Akan Rumuskan Strategi Baru untuk Transformasi Hijau

Pemerintah Jepang berencana menyusun strategi baru bagi transformasi hijau untuk tahun 2040 guna mempercepat upaya dalam mewujudkan dekarbonisasi dan memastikan pasokan energi yang stabil.

Perdana Menteri Kishida Fumio pada Senin (13/05/2024) menghadiri konferensi implementasi transformasi hijau di Tokyo bersama Menteri Perindustrian Saito Ken, Ketua Federasi Bisnis Jepang Tokura Masakazu, dan lainnya.

Para peserta sepakat bahwa strategi nasional baru harus dirumuskan untuk mengatasi isu dekarbonisasi dan pasokan energi, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi.

Para pejabat mengungkapkan strategi ini akan memasukkan target-target baru pemerintah untuk tahun 2040. Mereka juga akan mempertimbangkan untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan dengan jejak karbon yang besar agar berpartisipasi dalam sistem perdagangan emisi yang akan diluncurkan pada tahun fiskal 2026. Sistem ini dimaksudkan agar perusahaan-perusahaan menanggung biaya tergantung pada jumlah karbon dioksida yang diemisikan.

Pemerintah berencana menerbitkan obligasi khusus senilai total 20 triliun yen, atau hampir 130 miliar dolar, yang dirancang untuk mendorong investasi sektor swasta dalam inisiatif netralitas karbon.

Para pejabat akan mempertimbangkan untuk memusatkan industri di wilayah yang kaya akan sumber energi bebas karbon, seperti energi alternatif terbarukan atau energi nuklir. Mereka juga akan membahas pemberian dukungan terhadap proyek-proyek yang berkaitan dengan teknologi generasi mendatang.

Pemerintah berencana menyusun strategi baru ini selambatnya akhir tahun.