Penerima Ginjal Babi di AS Meninggal Dua Bulan Setelah Transplantasi

Para dokter ahli bedah di Amerika Serikat (AS) mengatakan pasien pertama yang menerima ginjal babi hasil rekayasa genetika meninggal dua bulan setelah operasi transplantasi.

Rumah Sakit Umum Massachusetts membuat pengumuman pada Sabtu (11/05/2024). Pihaknya tidak memberikan perincian, tetapi menyebutkan tidak ada indikasi kematian pasien tersebut disebabkan oleh transplantasi yang dilakukannya baru-baru ini.

Pada 16 Maret, tim dokter bedah di rumah sakit Boston mentransplantasikan organ tersebut ke seorang pria yang menderita penyakit ginjal. Ia berusia 62 tahun pada saat itu. Organ itu diubah secara genetik untuk mencegah penolakan.

Penerima transplantasi ginjal itu pulih dengan baik dan diizinkan pulang pada bulan April.

Setelah kematiannya, keluarga pria itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mendiang memberikan rasa optimisme bagi pasien lain yang sangat menantikan transplantasi.

Upaya mengembangkan transplantasi organ babi yang dimodifikasi secara genetik ke manusia tengah berlangsung di AS. Pada tahun 2021, tim dokter Amerika mentransplantasikan ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik ke pasien mati otak.

Tim rumah sakit umum Massachusetts mengatakan untuk pertamanya kali di dunia operasi transplantasi ginjal babi dengan modifikasi genetika pada pasien yang masih hidup berlangsung Maret lalu.

Pada tahun 2022, seorang pasien yang tidak memiliki pilihan pengobatan lain menerima transplantasi jantung babi yang dimodifikasi secara genetik. Pasien itu meninggal sekitar dua bulan setelah operasi.