Kelompok HAM: Junta Myanmar Membunuh 5.000 Orang sejak 2021

Sebuah kelompok hak asasi manusia di Myanmar mengatakan 5.000 orang telah terbunuh dalam serangan dan tindakan keras yang dilakukan militer negara tersebut sejak mengambil alih kekuasaan melalui kudeta tiga tahun lalu.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada Jumat (10/05/2024) merilis jumlah korban tewas, termasuk aktivis prodemokrasi dan warga sipil, berdasarkan penghitungan mandiri.

Kelompok itu mengatakan kebanyakan orang tewas di kota terbesar kedua, Mandalay, dan wilayah Sagaing, Myanmar barat laut. Pertempuran antara militer dan kekuatan prodemokrasi terus berlanjut di wilayah tersebut.

Militer menguasai Myanmar sejak kudeta 1 Februari 2021 dan terus menahan aktivis prodemokrasi.

Sejak musim gugur tahun lalu, militer meningkatkan serangan udara setelah kehilangan kekuatan akibat serangan kelompok bersenjata dari etnik minoritas yang bekerja sama dengan kekuatan prodemokrasi di dekat perbatasan.

Militer pada Kamis (09/05/2024) melancarkan serangan udara ke sebuah biara di Magway, Myanmar tengah. Serangan itu menewaskan lebih dari 10 orang.

Bulan lalu, sedikitnya 15 warga sipil tewas dalam serangan udara di Myanmar tenggara di dekat jembatan yang melintasi perbatasan dengan Thailand.