Israel Kembali Perintahkan Evakuasi di Rafah, Timbulkan Reaksi Internasional

Pasukan Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru di Rafah saat mereka bersiap memperluas serangan ke kota di Gaza selatan itu. Langkah ini memicu reaksi tajam dari kelompok-kelompok internasional.

Militer Israel memerintahkan orang-orang di Rafah tengah dan daerah lain untuk mengungsi pada Sabtu (11/05/2024). Sebelumnya militer mengeluarkan pemberitahuan yang menyerukan warga sipil di Rafah timur agar meninggalkan kota tersebut, yang menjadi tempat berlindung bagi lebih dari satu juta orang.

Militer mengatakan sekitar 300.000 orang telah mengungsi diri sejauh ini.

Kepala badan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) bereaksi tajam terhadap langkah terbaru tersebut.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menulis di media sosial bahwa sejak perang dimulai, masyarakat di Jalur Gaza mati-matian mencari keselamatan, tetapi mereka tidak pernah menemukannya. Ia menambahkan, tidak ada tempat yang aman di Gaza.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel di media sosial mengatakan, "Perintah evakuasi bagi warga sipil yang terjebak di Rafah ke zona tidak aman tidak dapat diterima."

Ia menyerukan Israel agar menghormati hukum kemanusiaan internasional dan mendesak negara tersebut agar tidak melakukan operasi darat di Rafah.