Majelis Umum PBB Hidupkan Kembali Upaya Keanggotaan Palestina

Majelis Umum PBB dengan suara mayoritas telah mengadopsi resolusi yang mendukung upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Majelis tersebut merekomendasikan agar Dewan Keamanan mempertimbangkan kembali isu ini "dengan pandangan yang positif".

Resolusi tersebut diadopsi pada Jumat (10/05/2024) dengan 143 suara mendukung, sedangkan sembilan suara menentang termasuk Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dua puluh lima negara abstain.

Ruangan dipenuhi tepuk tangan ketika resolusi tersebut disahkan dan para delegasi berjajar untuk memeluk Riyad Mansour, Duta Besar Palestina untuk PBB.

Palestina saat ini berstatus pengamat nonanggota. Resolusi tersebut mengakui Palestina memenuhi syarat untuk bergabung secara penuh.

Keanggotaan penuh memerlukan rekomendasi dari Dewan Keamanan. Namun, delegasi AS memveto resolusi tersebut bulan lalu.

Saat menjelaskan penolakan negaranya terhadap resolusi tersebut pada Jumat, Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood mengatakan, "Pilihan kami tidak mencerminkan penolakan terhadap negara Palestina, kami sudah sangat jelas mendukungnya dan berupaya untuk memajukannya dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, ini adalah pengakuan bahwa kenegaraan hanya akan terwujud melalui proses yang melibatkan negosiasi langsung antara para pihak."

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengkritik resolusi tersebut. Ia mengatakan di media sosial bahwa PBB mengambil keputusan yang menyimpang dan tidak terkait. Ia menambahkan bahwa para delegasi mengirimkan pesan bahwa kekerasan akan membuahkan hasil.