Keluarga Korban Penculikan Kembali Serukan Penyelesaian Segera

Keluarga warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara kembali menyerukan agar masalah ini diselesaikan secepatnya agar para orang tua yang lanjut usia dapat bertemu kembali dengan anak-anak mereka.

Kelompok keluarga dan pendukungnya mengadakan unjuk rasa di Tokyo pada Sabtu (11/05/2024). Sekitar 800 orang hadir, termasuk Perdana Menteri Kishida Fumio.

Pemimpin kelompok Yokota Takuya mengatakan hanya Arimoto Akihiro, 95 tahun, ayah dari Arimoto Keiko, dan ibunya sendiri, Sakie, 88 tahun, orang tua para korban yang masih hidup.

Kakak perempuan Yokota, Megumi, diculik pada tahun 1977 ketika berusia 13 tahun.

Ia menyebut masalah penculikan merupakan persoalan hak asasi manusia (HAM) dan kemanusiaan yang rentang waktunya terbatas.

Ia mendesak pemerintah agar melanjutkan perundingan tanpa mengurangi tuntutan agar seluruh korban segera dipulangkan.

Yokota Sakie mengatakan keluarganya telah menunggu kepulangan Megumi tanpa mengetahui keberadaannya. Ia mendesak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un agar berubah pikiran dan memulangkan para korban kepada orang tuanya.

Mantan korban penculikan Soga Hitomi, yang kembali ke Jepang 22 tahun lalu, juga berbicara pada rapat umum tersebut. Ibunya, Miyoshi, diculik bersamanya pada tahun 1978 dan keberadaannya masih belum diketahui.

Para peserta mengadopsi resolusi yang menyerukan pemerintah Jepang agar segera memulangkan semua korban dan menyerukan Korea Utara agar memutuskan untuk memulangkan para korban.