Menlu Jepang Tanggapi Pernyataan Senat AS Terkait Bom Atom

Menteri Luar Negeri Jepang Kamikawa Yoko menanggapi diskusi di Senat Amerika Serikat (AS) yang menyinggung tentang bom atom selama perdebatan mengenai dukungan militer AS terhadap Israel dalam usahanya melawan Hamas.

Perdebatan berlangsung dalam sidang subkomite Senat pada Rabu (08/05/2024) yang membahas penangguhan sebagian pengiriman senjata AS. Senator dari Partai Republik, Lindsey Graham, mendesak pengiriman senjata dilanjutkan, dengan mengacu pada bom atom tahun 1945.

Graham mengatakan, "Berikan Israel apa yang dibutuhkannya untuk berperang, mereka tidak mampu menanggung kekalahan." Menurutnya, isu tersebut adalah Hiroshima dan Nagasaki dalam skala lebih besar.

Graham sempat mendesak para pejabat tinggi pertahanan AS, dengan menanyakan pendapat mereka terkait justifikasi penggunaan senjata nuklir.

Graham bertanya, "Kalau dipikir-pikir, apakah menurut Anda itu adalah keputusan yang tepat bagi Amerika untuk menjatuhkan dua bom atom di kota-kota di Jepang tersebut?"

Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Charles Q. Brown menjawab, "Saya beritahu Anda bahwa hal ini menghentikan perang dunia."

Graham kemudian bertanya kepada Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, "Apakah Anda setuju Jenderal Austin? Jika waktu itu Anda terlibat, apakah Anda akan menjatuhkannya?"

Austin menjawab, "Saya setuju dengan Kepala Staf Gabungan."

Pada Jumat (10/05/2024), Menteri Luar Negeri Jepang Kamikawa Yoko diminta tanggapannya mengenai pernyataan tersebut oleh seorang reporter.

Kamikawa menjawab, "Saya yakin pernyataan tentang Hiroshima dan Nagasaki tersebut tidak tepat. Jepang sadar bahwa serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki merenggut begitu banyak nyawa yang berharga dan mengakibatkan situasi kemanusiaan yang amat sangat disesalkan, dengan orang-orang mengalami penderitaan yang tidak dapat digambarkan akibat penyakit dan kecacatan."