PM Kishida: Ingin Wujudkan Pertemuan Puncak dengan Korut

Perdana Menteri Kishida Fumio mengatakan ingin mengadakan pertemuan puncak dengan Korea Utara dengan dukungan dari Amerika Serikat (AS) dan komunitas internasional.

Kishida menyampaikan komentar tersebut pada Jumat (10/05/2024) dalam pertemuan di Tokyo dengan sekelompok kerabat warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara.

Kelompok tersebut baru-baru ini mengunjungi AS, dan bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah AS serta anggota kedua majelis Kongres untuk meminta dukungan mereka guna menyelesaikan masalah penculikan secepat mungkin.

Kelompok itu di antaranya termasuk pemimpinnya Yokota Takuya, yang saudara perempuannya Megumi diculik pada 1977 saat berusia 13 tahun, dan Iizuka Koichiro, yang ibunya Taguchi Yaeko diculik saat Iizuka berusia satu tahun.

Para kerabat itu mengatakan kepada Kishida bahwa para pejabat AS mengatakan mereka akan mengemukakan masalah penculikan di tiap kesempatan.

Kishida mengatakan saat mengunjungi AS bulan lalu, Presiden Joe Biden menyatakan dukungan kuat terhadap upaya penyelesaian masalah tersebut.

Perdana menteri itu mengatakan kepada para kerabat tersebut bahwa ia akan meningkatkan seruan kepada Korea Utara untuk mengadakan pertemuan puncak dengan bantuan dan pengertian dari AS. Ia mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk melanjutkan pembicaraan tingkat tinggi guna mewujudkan pertemuan puncak Jepang-Korea Utara.

Setelah pertemuan tersebut, Yokota mengatakan kepada wartawan bahwa kelompok itu menuntut agar semua korban penculikan segera dikembalikan. Ia mengatakan kelompok tersebut tidak ingin pemerintah memberikan kelonggaran atas permintaan ini, dan ingin pemerintah mempertahankan negosiasi yang kuat dengan Korea Utara.