Pengadilan Jepang Izinkan Pasangan Sejenis Miliki Nama Keluarga Sama

Sebuah pengadilan di Jepang mengizinkan seorang pria yang memiliki hubungan sesama jenis untuk mengubah nama keluarganya sehingga pasangan tersebut dapat memiliki nama keluarga yang sama. Demikian informasi yang didapatkan NHK.

Pernikahan sesama jenis tidak diizinkan di Jepang. Pasangan suami istri diwajibkan oleh hukum menggunakan nama keluarga yang sama.

Pada Maret, Pengadilan Keluarga Nagoya mengabulkan permintaan perubahan nama yang diajukan oleh seorang pria dengan nama samaran Takami Akikazu. Takami, yang membesarkan anak angkat dengan pasangan sesama jenisnya, mengeklaim bahwa memiliki nama keluarga yang berbeda membuat pasangan itu kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Pasangan tersebut menyatakan bahwa pria itu mungkin tidak dapat terlibat dalam prosedur medis atau pengambilan keputusan ketika anak mereka menerima perawatan medis karena ia tidak dapat membuktikan hubungan keluarga dengan anak tersebut. Mereka juga mengatakan khawatir akan terpaksa mengungkapkan orientasi seksualnya kepada seseorang yang meragukan hubungan mereka dengan anak itu.

Pengadilan menilai bahwa pasangan tersebut secara efektif menjalani kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan pasangan heteroseksual yang menikah secara sah dan membesarkan anak. Berdasarkan keadaan tersebut, pengadilan mengakui bahwa pasangan ini menghadapi kesulitan besar dan menilai bahwa ada alasan kuat untuk mengabulkan permintaan perubahan nama.

Takami telah mengganti nama belakangnya menjadi milik pasangannya dengan menyelesaikan prosedur administrasi pada April.

Pengacara pasangan tersebut mengatakan tidak lazim bagi pengadilan untuk mengizinkan seseorang yang memiliki hubungan sesama jenis mengubah nama keluarganya. Pengacara itu berharap keputusan pengadilan Nagoya akan mendorong lebih banyak pasangan sesama jenis untuk meminta perubahan nama.