Menhan AS Konfirmasi Penghentian Sementara Bantuan Militer ke Israel

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memutuskan untuk menunda pengiriman amunisi ke Israel. Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengonfirmasi keputusan tersebut pada Rabu (08/05/2024) dalam rapat Komite Alokasi Anggaran Senat.

Austin meyakinkan anggota parlemen bahwa komitmen AS terhadap keamanan Israel sangat kuat. Namun, ia mengatakan pemerintahan Biden tengah meninjau bantuan tersebut sehubungan dengan peristiwa yang sedang berlangsung di Gaza. Austin menambahkan bahwa Israel tidak boleh melancarkan serangan besar di Rafah tanpa mempertimbangkan dan melindungi warga sipil yang berada di medan pertempuran tersebut.

Austin mengatakan para pejabat AS belum membuat keputusan akhir mengenai kelanjutan pengiriman tersebut.

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari membahas masalah ini di sebuah konferensi. Ia mengatakan dukungan AS sejak konflik dimulai pada Oktober berada pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa semua "perselisihan” diselesaikan secara tertutup.

Para negosiator dari Israel dan Hamas tengah mempertimbangkan usulan gencatan senjata terbaru. Belum ada laporan perkembangan apa pun.

Pertempuran di Rafah dan sekitarnya makin memanas. Pasukan Israel menguasai sebuah penyeberangan penting bagi pengiriman bantuan kemanusiaan dan menutupnya.

Pasukan Israel menyatakan telah membuka kembali sebuah penyeberangan lainnya di Kerem Shalom untuk memungkinkan bantuan masuk ke Gaza. Namun, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan tingkat bantuan kemanusiaan itu tidak dapat diterima dan Presiden Biden telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa diperlukan perubahan drastis.