Mantan PM Kamboja Minta Izin Myanmar Bicara dengan Aung San Suu Kyi

Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen meminta izin kepada pemimpin junta Myanmar untuk berbicara dengan Aung San Suu Kyi.

Pemerintah Kamboja mengatakan Hun Sen mengajukan permintaan tersebut melalui panggilan video dengan jenderal tertinggi militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pada Selasa (07/05/2024).

Hun Sen menggambarkan peraih Nobel yang ditahan, Aung San Suu Kyi, sebagai rekan lamanya, dan mengatakan keduanya telah membahas banyak isu terkait ASEAN.

Ia juga meminta panglima militer itu untuk menerapkan rencana perdamaian ASEAN, yang dikenal sebagai "Konsensus Lima Poin", termasuk penghentian segera kekerasan di Myanmar.

Hun Sen mengatakan Min Aung Hlaing setuju untuk memberikan perhatian penuh terhadap usulan tersebut.

Aung San Suu Kyi, 78, telah ditahan sejak kudeta militer 2021. Pemimpin prodemokrasi itu dihukum atas tuduhan korupsi dan lainnya. Masa penjaranya dikurangi pada Agustus lalu, tetapi ia masih memiliki masa hukuman lebih dari 25 tahun.

Hun Sen mengunjungi Myanmar selama kepemimpinannya di ASEAN pada 2022 dan merupakan pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Min Aung Hlaing sejak kudeta tersebut.

Para pengamat mengatakan permintaannya untuk berbicara langsung dengan Aung San Suu Kyi adalah upaya untuk menyoroti kehadirannya di bidang diplomatik setelah menjabat sebagai presiden Senat Kamboja bulan lalu.