Israel Lancarkan Operasi Militer di Rafah, Gaza Selatan

Militer Israel mengatakan telah melancarkan serangan darat terhadap wilayah terbatas di Rafah timur, Jalur Gaza selatan.

Sementara itu, Israel mengatakan akan mengirimkan delegasi ke Mesir untuk mengupayakan kesepakatan gencatan senjata.

Hamas merilis pernyataan pada Senin (06/05/2024) yang mengatakan pihaknya telah menginformasukan mediator dari Qatar dan Mesir bahwa kelompok tersebut menerima proposal yang diusulkan untuk gencatan senjata.

Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan delegasi ke Mesir "dalam upaya memaksimalkan kemungkinan mencapai kesepakatan dengan persyaratan yang dapat diterima oleh Israel".

Namun, kantor PM lsrael juga menyatakan bahwa kabinet perang telah memutuskan dengan suara bulat untuk melanjutkan operasi di Rafah guna menerapkan tekanan militer terhadap Hamas dan mempercepat pembebasan sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut.

Jaringan berita satelit yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, mengatakan proposal gencatan senjata yang diterima Hamas terdiri dari tiga fase, dengan masing-masing fase akan berlangsung selama 42 hari.

Pada tahap pertama, Hamas akan membebaskan 33 sandera, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai ganti tahanan yang ditawan oleh Israel.

Tahap kedua menyerukan penarikan penuh Israel dari Gaza dan Hamas melepaskan semua pria Israel yang tersisa, termasuk tentara, yang ditawan.

Tahap ketiga mencakup rencana rekonstruksi Gaza, dengan keterlibatan PBB dan negara-negara penengah.

Selasa (07/05/2024) ini menandai tujuh bulan sejak terjadinya serangan mematikan Hamas terhadap Israel dan dimulainya serangan Israel di Jalur Gaza.