Sistem Irigasi di Afganistan Bantuan Dokter Jepang Rampung

Sebuah saluran irigasi baru selesai dibangun di Afganistan dengan dukungan dari organisasi nonpemerintah yang dipimpin oleh mendiang dokter Jepang Nakamura Tetsu.

Nakamura ditembak mati di Afganistan pada 2019 setelah memberikan dukungan kemanusiaan di negara itu selama bertahun-tahun. Pelaku dan motif pembunuhannya masih belum jelas. Investigasi terhenti sebelum dan sesudah Taliban kembali berkuasa pada 2021.

LSM Jepang Peshawar-kai, yang perwakilannya di Afganistan dipimpin oleh Nakamura, melanjutkan aktivitasnya di negara tersebut.

Upacara peresmian diadakan di Provinsi Nangarhar, Afganistan timur, pada Sabtu (04/05/2024) dengan dihadiri oleh pejabat Taliban dan penduduk setempat. Pembangunan kanal tersebut memakan waktu sekitar satu setengah tahun.

Penjabat Menteri Energi dan Air Abdul Latif Mansoor mengatakan anggota LSM Jepang telah menyelesaikan upaya yang luar biasa dalam mengalirkan air dari jauh dan menyimpannya. Ia berterima kasih kepada kelompok tersebut karena tidak melupakan rakyat Afganistan dengan ikut merasakan penderitaan dan membantu mereka.

Afiliasi kelompok militan ISIS setempat pernah memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut, membunuh penduduk setempat dan mengubah ladang pertanian menjadi lahan tandus. Masyarakat setempat menderita kekurangan pangan akibat kekeringan berkepanjangan.

Kanal baru ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kehidupan sekitar 14.000 penduduk setempat serta pertanian.

Fujita Chiyoko dari Peshawar-kai mengatakan kekeringan makin parah di Afganistan. Ia menambahkan kelompoknya akan melanjutkan aktivitas untuk membantu banyak orang mendapatkan metode irigasi yang dikembangkan oleh dokter Nakamura dan menerapkannya di daerah yang terdampak paling parah.