Turki Setop Perdagangan dengan Israel karena Situasi Kemanusiaan di Gaza

Kementerian Perdagangan Turki mengatakan negaranya telah menghentikan seluruh perdagangan dengan Israel, dengan alasan apa yang Turki sebut sebagai tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Pengumuman pada hari Kamis (02/05/2024) itu mengatakan kebijakan tersebut akan berlanjut sampai Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan yang memadai masuk ke Jalur Gaza.

Angka dari biro pusat statistik Israel menunjukkan impor negara tersebut dari Turki pada tahun 2023 bernilai 4,6 miliar dolar, yaitu terbesar kelima setelah Cina, Amerika Serikat, dan dua negara lainnya.

Pemerintah Turki telah memberlakukan pembatasan ekspor ke Israel sejak April, yang berdampak pada 54 kategori produk, termasuk baja dan semen.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menulis di media sosial pada hari Kamis bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memblokir pelabuhan untuk impor dan ekspor Israel. Menteri itu menambahkan, "Beginilah perilaku seorang diktator."

Katz mengatakan ia telah menginstruksikan seorang pejabat senior kementerian luar negeri agar "menciptakan alternatif perdagangan dengan Turki, dengan fokus pada produksi lokal dan impor dari negara lain".