Uni Eropa Luncurkan Penyelidikan Disinformasi atas Meta

Uni Eropa meluncurkan penyelidikan terhadap Meta, pemilik Facebook dan Instagram. Para pejabat Uni Eropa mengatakan raksasa TI tersebut kemungkinan tidak melakukan langkah-langkah yang memadai untuk melindungi pengguna dari disinformasi.

Komisi Eropa, yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa, pada Selasa (30/04/2024) mengumumkan bahwa Meta kemungkinan telah melanggar Undang-Undang Layanan Digital yang mengharuskan perusahaan mengambil tindakan terhadap konten ilegal. Pelanggar dapat didenda hingga 6 persen dari pendapatan tahunannya.

Komisi itu menduga Meta tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap iklan yang menipu dan kampanye disinformasi. Komisi itu juga mengkhawatirkan kurangnya wacana sipil serta pemantauan pemilu secara waktu nyata dari pihak ketiga yang efektif.

Langkah ini diambil menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada Juni. Sejumlah pengamat khawatir bahwa agen asing, termasuk dari Rusia, dapat mencampuri pemungutan suara tersebut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa jika para pejabat mencurigai adanya pelanggaran, mereka akan bertindak, terutama pada masa pemilu demokratis.