Kerabat Orang Jepang yang Diculik Korut Minta Dukungan AS

Kerabat warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara meminta dukungan pejabat senior pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengembalikan semua korban penculikan yang belum dipulangkan. Kerabat tersebut mengatakan hal ini harus dilakukan secepatnya karena tidak banyak waktu yang tersisa bagi orang tua korban yang sudah lanjut usia.

Kelompok itu di antaranya termasuk Yokota Takuya, yang saudara perempuannya Megumi diculik pada 1977 saat berusia 13 tahun, dan Iizuka Koichiro, yang ibunya Taguchi Yaeko diculik saat ia berusia satu tahun.

Kelompok ini pada Selasa (30/04/2024) bertemu di Washington dengan Uzra Zeya, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Keamanan Sipil, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia. Mereka juga bertemu dengan Daniel Kritenbrink, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, serta Senator Bill Hagerty, yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar AS untuk Jepang.

Yokota mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan itu bahwa ia telah menunjukkan foto ibunya, Sakie, kepada para pejabat tersebut, serta meminta dukungan mereka. Ia menyebutkan bahwa hanya ada sedikit waktu tersisa bagi orang tua korban penculikan yang sudah lanjut usia.

Yokota mengatakan ia menjelaskan keputusan kelompok tersebut, yang diumumkan pada Februari, bahwa pihaknya tidak akan menentang pencabutan sanksi Jepang terhadap Korea Utara jika Pyongyang mengembalikan semua korban penculikan saat orang tua mereka masih hidup.

Kelompok itu mengatakan para pejabat AS tidak keberatan. Mereka sepakat bahwa Jepang dan AS akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah penculikan tersebut.

Yokota menambahkan bahwa pesan dari para kerabat itu tampaknya diterima oleh semua orang.