Trump Didenda dan Diperingatkan Kemungkinan Dipenjara

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didenda karena berulang kali melanggar perintah untuk tidak membuka informasi terkait kasus pidana uang tutup mulut. Ia juga mendapat peringatan akan dipenjara jika mengulangi perbuatan pidananya.

Trump didakwa oleh jaksa New York karena memalsukan catatan bisnis. Hal ini terkait dengan uang tutup mulut yang dibayarkan kepada seorang bintang film dewasa selama kampanye pemilihan presiden tahun 2016.

Pada Selasa (30/04/2024), hakim ketua mengatakan bahwa Trump telah dipastikan melanggar perintah yang melarangnya membuat pernyataan publik tentang saksi, juri, dan pihak lain yang terlibat dalam persidangan tersebut. Trump membuat sembilan pernyataan seperti itu secara daring.

Hakim menjatuhkan denda sebesar 9.000 dolar dan memerintahkan agar unggahan tersebut dihapus.

Hakim juga memperingatkan akan mempertimbangkan memenjarakan mantan presiden tersebut jika Trump mengulangi tindakannya.

Berbicara kepada wartawan setelah meninggalkan ruang sidang, Trump mengatakan, "Ini adalah sistem korup yang kita jalani dan saya kira masyarakat memahaminya."

Trump mengungkapkan rasa frustrasinya akibat dilarang berkampanye untuk pemilihan presiden karena persidangan tersebut. Trump muncul dalam prapersidangan yang berlangsung empat hari dalam sepekan sejak 15 April.

Trump adalah calon presiden dari Partai Republik dalam pemilu yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu bulan sebelum putusan dijatuhkan atas kasus ini.