Anggota Parlemen Oposisi Korsel Kunjungi Kepulauan Takeshima

Partai oposisi utama Korea Selatan mengatakan anggota parlemennya dan partai lainnya telah mendarat di Kepulauan Takeshima di Laut Jepang.

Korea Selatan menguasai kepulauan tersebut. Jepang mengeklaimnya dan menyebut Korea Selatan secara ilegal menduduki kepulauan itu.

Partai Demokratik cabang regional mengatakan 17 orang, termasuk tiga anggota parlemen, tiba di pulau itu pada Selasa (30/04/2024). Korea Selatan menyebutnya sebagai Kepulauan Dokdo.

Sebuah klip video yang diunggah di YouTube menunjukkan anggota parlemen berteriak dengan membawa spanduk bertuliskan, "Dokdo adalah wilayah kami".

Para anggota parlemen itu dilaporkan mengatakan pulau-pulau tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Korea Selatan dan klaim Jepang atas pulau-pulau tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

Cabang regional Partai Demokratik mengatakan para pejabat partai akan mengunjungi pulau-pulau itu lagi untuk melindungi kedaulatan wilayah negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengajukan protes ke Kedutaan Besar Korea Selatan di Tokyo atas kunjungan anggota parlemen tersebut ke Kepulauan Takeshima.

Direktur Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania di Kementerian Luar Negeri Jepang, Namazu Hiroyuki, mengatakan kepada diplomat senior Kedutaan Besar Korea Selatan Kim Jang-hyun melalui telepon bahwa kunjungan tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan sangat disayangkan.

Namazu mengatakan kepada Kim bahwa kepulauan itu merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Jepang baik secara historis maupun hukum internasional.

Kedutaan Besar Jepang di Seoul juga telah mengajukan protes serupa kepada Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.