Kishida Tidak Berniat Bubarkan Majelis Rendah

Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengadakan pemilu dipercepat setelah partai oposisi, Partai Demokratik Konstitusional, merebut semua kursi dalam tiga pemilihan sela akhir pekan lalu.

Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa tidak mengirim kandidat di dua daerah pemilihan tersebut, tetapi kalah di daerah pemilihan lainnya di Prefektur Shimane.

Kishida mengatakan pada Selasa (30/04/2024) bahwa skandal dana politik telah menimbulkan dampak buruk. Ia mengatakan, "Masalah penggalangan dana politik yang dilakukan LDP terbukti menjadi faktor utama selama kampanye pemilu Shimane. Saya sangat menyesal atas kekalahan tersebut, baik terhadap kandidat maupun seluruh masyarakat setempat yang memberikan dukungan."

PM Kishida berjanji akan memenuhi tugasnya, termasuk sebagai presiden LDP. Ia mengatakan akan berupaya memulihkan kepercayaan publik melalui reformasi politik dan partai, serta mengatasi kenaikan harga.

Anggota parlemen dari Partai Demokratik Konstitusional kini akan meningkatkan tekanan pada Kishida di Parlemen. Namun, ia mengatakan tidak berniat membubarkan Majelis Rendah.