Tingkat Pengangguran Jepang pada Tahun Fiskal 2023 Tetap 2,6%

Tingkat pengangguran rata-rata di Jepang mencapai 2,6 persen untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret lalu, tidak berubah dari tahun fiskal sebelumnya.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan jumlah rata-rata orang yang bekerja pada tahun fiskal itu meningkat sebesar 280.000 menjadi lebih dari 67,5 juta orang. Industri manufaktur serta sektor hotel dan restoran memimpin penguatannya.

Pejabat kementerian mengatakan situasi ketenagakerjaan tampaknya membaik, dengan jumlah orang yang memiliki pekerjaan hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Sementara itu, tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman untuk bulan Maret juga tercatat 2,6 persen, tidak berubah dari bulan Februari.

Survei terpisah dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa rasio lowongan pekerjaan terhadap pelamar mencapai 1,28 pada bulan Maret secara rata-rata nasional. Angka tersebut naik 0,02 poin dari bulan Februari, yang berarti terdapat 128 posisi tersedia untuk setiap 100 pencari kerja.

Tawaran pekerjaan meningkat dari tahun ke tahun dalam industri jasa, penelitian akademis, dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis.

Namun, pembukaan lapangan kerja baru menurun di semua sektor lain, termasuk manufaktur, rekreasi, dan pendidikan.