WHO Memulai Negosiasi Final mengenai Perjanjian Pandemi

Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memulai kembali negosiasi yang bertujuan untuk merampungkan perjanjian pandemi berdasarkan pembelajaran yang didapat dari pandemi COVID-19.

Negara-negara anggota WHO memulai negosiasi dua tahun lalu dengan tujuan memperkuat langkah-langkah global untuk mencegah timbulnya penyakit menular dan penyebaran virus baru.

Negara-negara anggota menargetkan agar perjanjian pandemi ini disahkan dalam sidang umum WHO pada bulan Mei.

Rapat final dari serangkaian pertemuan mengenai perjanjian tersebut dimulai secara tertutup pada Senin (29/04/2024) di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.

Draf perjanjian tersebut, yang dirilis sebelumnya, mendesak masing-masing pihak untuk mengembangkan dan secara berkala memperbarui rencana komprehensif pencegahan pandemi nasional serta pengawasan kesehatan masyarakat.

Perjanjian ini juga menyatakan bahwa masing-masing pihak harus memobilisasi sumber daya keuangan tambahan guna membantu negara-negara berkembang.

Draf perjanjian tersebut ditujukan untuk mendorong transfer teknologi dan pengetahuan agar vaksin dan obat-obatan dapat diproduksi di negara-negara berkembang.

Draf itu mendorong lembaga penelitian dan pengembangan serta produsen untuk membebaskan atau mengurangi royalti atas penggunaan teknologi untuk membuat produk kesehatan terkait pandemi saat terjadinya pandemi.

Sumber-sumber mengatakan negara-negara berkembang menuntut agar pemegang paten terkait membebaskan royalti. Namun, negara-negara maju khawatir akan dampak yang mungkin terjadi terhadap perusahaan farmasinya.

Masih belum pasti apakah kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan sebelum pertemuan final berakhir pada 10 Mei.

Sementara itu, seorang perwakilan dari Indonesia mengatakan bahwa masyarakat belajar dari COVID-19 mengenai kesulitan negara-negara berkembang mengakses vaksin dan obat-obatan.

Pejabat Indonesia itu menyampaikan harapan bahwa pakta ini akhirnya dapat diterima oleh semua negara anggota.