Presiden Korsel Bertemu Pemimpin Oposisi Setelah Kalah Pemilu Parlemen

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol telah mengadakan pembicaraan pertama dengan pemimpin partai oposisi utama sejak ia menjabat pada 2022. Pertemuan ini dilakukan setelah Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa kalah telak dalam pemilihan parlemen awal bulan ini.

Lee Jae-myung dari Partai Demokratik mengunjungi kantor kepresidenan pada Senin (29/04/2024).

Ia meminta Yoon untuk menghormati keinginan orang-orang yang mengupayakan perubahan dalam politik nasional menyusul hasil pemilu.

Lee menambahkan bahwa penghidupan masyarakat dan perekonomian berada dalam kesulitan. Ia meminta Presiden Yoon untuk secara aktif mempertimbangkan pemberian bantuan tunai seperti yang diusulkan oleh partainya.

Lee juga meminta agar pemerintah berupaya memastikan harga diri masyarakat tidak dirugikan dalam kaitan hubungan dengan Jepang.

Ia merujuk pada pelepasan air olahan dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut, serta Kepulauan Takeshima yang dikuasai Korea Selatan dan diklaim Jepang. Korea Selatan menguasai kepulauan tersebut. Jepang mengeklaimnya dan menyebut Korea Selatan secara ilegal menduduki kepulauan itu.

Hasil jajak pendapat yang dirilis Gallup Korea pada 19 April menunjukkan Yoon mendapat dukungan sebesar 23 persen. Angka tersebut turun 11 poin dari sebelum pemilu dan merupakan angka terendah sejak ia menjabat.

Para pengamat mengatakan Yoon tampaknya mengadakan pertemuan tersebut untuk menunjukkan bahwa ia akan bersikap positif mengenai dialog dengan oposisi, yang menduduki kursi mayoritas di parlemen, untuk membantu memajukan politik nasional.