Militer Israel Menyetujui Rencana Kelanjutan Perang di Gaza

Perwira tinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah menyetujui rencana kelanjutan perang di Jalur Gaza. Langkah tersebut diyakini sebagai bagian dari persiapan serangan darat ke Kota Rafah di Gaza selatan.

IDF pada Minggu (28/04/2024) mengatakan Kepala Staf Umum Letnan Jenderal Herzi Halevi mendukung rencana tersebut.

Rafah saat ini menjadi pengungsian bagi sekitar 1,2 juta orang, termasuk pengungsi dari wilayah lain di Gaza.

Namun, Menteri Luar Negeri Israel Katz mengatakan kepada stasiun TV setempat bahwa pemerintah akan menghentikan operasi tersebut jika mencapai kesepakatan dengan Hamas.

Israel dan Hamas terlibat dalam perundingan tidak langsung mengenai jeda pertempuran dan pembebasan sandera yang ditahan di Gaza. Pembicaraan tersebut dimediasi oleh beberapa negara, termasuk Mesir.

Media di Timur Tengah melaporkan bahwa delegasi Hamas akan mengunjungi Mesir pada Senin (29/04/2024) untuk membahas proposal baru dari Israel. Media itu mengutip sumber Hamas pada Minggu.

Situs berita AS, Axios, melaporkan bahwa usulan tersebut mengisyaratkan Israel untuk pertama kali menyatakan para pemimpinnya terbuka untuk membahas penyelesaian konflik di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan terkait penyanderaan. Hamas secara konsisten menuntut gencatan senjata.

Sementara itu, militer Israel pada Sabtu (27/04/2024) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan pekerjaan konstruksi pada sebuah proyek untuk membawa makanan dan pasokan bantuan lainnya ke Gaza melalui dermaga lepas pantai.

Washington mengumumkan pada Kamis (25/04/2024) bahwa kapal militer AS mulai membangun tahap awal dermaga sementara dan jalan lintas di laut.

Militer Israel menekankan bahwa pihaknya bekerja sama dengan entitas lain, termasuk Komando Pusat AS, dalam proyek tersebut. Militer juga mengatakan telah melakukan segala cara untuk meningkatkan jumlah bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan ke Gaza.

Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan 70 persen penduduk di Gaza utara mengalami bencana kelaparan.