Kabinet Jepang Loloskan RUU Atur Raksasa Teknologi dalam Bisnis Ponsel Pintar

Kabinet Jepang meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang dirancang untuk mengatur raksasa teknologi guna memastikan persaingan yang adil dalam bisnis ponsel pintar.

Perusahaan teknologi terkemuka termasuk Apple dan Google memegang posisi unggul di bidang ponsel pintar. Terdapat kekhawatiran bahwa dominasi pasar oleh perusahaan tersebut dapat menghambat masuknya pendatang baru dan menyebabkan biaya lebih tinggi bagi bisnis yang menggunakan layanannya.

RUU yang disahkan pada Jumat (26/04/2024) itu akan menetapkan perusahaan-perusahaan yang diatur dalam empat bidang, yaitu sistem operasi, toko aplikasi, peramban internet, dan mesin pencari.

Undang-undang yang diusulkan tersebut akan menjelaskan praktik-praktik yang menghambat persaingan dan memerlukan pelarangan.

Perusahaan yang ditunjuk akan dilarang menghalangi penggunaan toko aplikasi dan layanan pembayaran pesaingnya. Perusahaan itu juga akan dilarang melakukan transaksi diskriminatif dengan mitra bisnis.

Pelanggar akan menghadapi denda sebesar 20 persen dari penjualannya di Jepang atau lebih dari tiga kali lipat denda karena menghalangi bisnis perusahaan lain berdasarkan undang-undang antimonopoli yang berlaku. Bagi pelanggar berulang, dendanya akan dinaikkan menjadi 30 persen.

Pemerintah berencana mengupayakan pengesahan RUU tersebut dalam masa sidang Parlemen saat ini yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juni.