Pemerintah Jepang Survei Kekerasan terhadap Anak Terkait Keyakinan Agama Wali

Pemerintah Jepang melakukan survei pertamanya mengenai kekerasan terhadap anak yang dikaitkan dengan keyakinan agama wali anak tersebut. Ditemukan bahwa ada 47 kasus semacam ini di Jepang selama periode 18 bulan hingga September lalu.

Badan Anak dan Keluarga melakukan survei di pusat konsultasi anak, sekolah, dan tempat lain. Hasilnya dirilis pada hari Jumat (26/04/2024).

Survei menunjukkan bahwa 37 pusat konsultasi anak, atau sekitar 16 persen dari keseluruhan, menangani kasus kekerasdan terhadap anak terkait dengan keyakinan agama walinya selama periode survei. Jumlah kasusnya sebanyak 47 kasus.

Pusat-pusat tersebut mengatakan dalam 19 kasus, mereka menempatkan korban untuk sementara dalam perlindungan.

Dalam sebagian besar kasus, para korban diancam secara lisan dan dilarang mengambil keputusan sendiri. Dalam sejumlah kasus, klip video dan bahan lainnya juga digunakan untuk mengintimidasi para korban.

Bentuk kekerasan lain yang umum adalah memaksa korban untuk menyatakan secara terbuka bahwa mereka menganut agama tertentu. Dalam banyak kasus, korban dipaksa untuk ikut serta dalam kegiatan keagamaan. Dalam beberapa kasus, keikutsertaan wali dalam kegiatan keagamaan menyebabkan terjadinya penelantaran serius terhadap anak.