TikTok Berjanji Akan Menantang UU Larangan Baru AS

Kepala eksekutif TikTok mengatakan perusahaannya akan menantang undang-undang yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang dapat melarang aplikasi berbagi video populer tersebut di negara itu.

Senat AS mengesahkan RUU tersebut melalui pemungutan suara bipartisan pada Selasa (23/04/2024) dan Biden menandatanganinya pada Rabu (24/04/2024). TikTok akan dilarang jika operator Cina, ByteDance, tidak menjualnya dalam waktu 270 hari. Biden dapat memperpanjang tenggat waktu hingga 90 hari.

CEO TikTok Shou Zi Chew dalam sebuah unggahan video mengatakan, "Jangan tertipu. Ini adalah larangan terhadap TikTok serta larangan terhadap Anda dan suara Anda." Ia melanjutkan dengan menyebutkan bahwa pihaknya yakin akan terus memperjuangkan hak orang-orang di pengadilan. Ia menambahkan bahwa fakta dan Konstitusi berada di pihaknya serta berharap dapat kembali menang.

Aplikasi TikTok disebut-sebut memiliki 170 juta pengguna di AS.

Kekhawatiran meningkat bahwa aplikasi itu bisa menimbulkan risiko keamanan karena pemerintah Cina dapat mengeksploitasinya untuk memperoleh informasi. Namun, sejumlah pihak menentang larangan tersebut dengan alasan bahwa hal itu akan melanggar hak kebebasan berekspresi.