Reaksi Adik Perempuan Kim Jong Un atas Kritik AS

Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, membalas kritik Amerika Serikat (AS) atas peluncuran rudal Pyongyang baru-baru ini, dan menyalahkan AS karena memperburuk situasi di Semenanjung Korea dengan serangkaian latihan militer.

Pada Senin (22/04/2024), Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengkritik peluncuran rudal balistik oleh Pyongyang, mengatakan hal itu melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Surat kabar Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara, Rodong Sinmun, edisi Rabu (24/04/2024) memuat pernyataan yang dikeluarkan oleh Kim Yo Jong.

Pernyataan itu mengatakan AS, bersama Jepang dan Korea Selatan, tak henti-hentinya melancarkan latihan militer melawan Korea Utara hampir tiap pekan.

Pernyataan itu berargumentasi bahwa hal ini telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut seperti sumbu yang tersulut.

Dalam pernyataannya, Kim mengatakan Korea Utara akan terus membangun “kekuatan militernya yang luar biasa dan paling kuat” untuk mempertahankan kedaulatannya dan perdamaian di kawasan.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara juga mengeluarkan pernyataan pada Rabu, mengatakan bahwa peluncuran rudal adalah bentuk hak negara itu untuk membela diri.

Negara-negara yang khawatir akan tetap dalam waspada tinggi karena Pyongyang mungkin akan mengulangi peluncuran rudalnya.