Gempa Noto, Komunitas Terancam Depopulasi Lanjutan

Sebuah komunitas di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa, Jepang tengah, kini menghadapi ancaman depopulasi lebih lanjut karena mereka kesulitan mendapatkan air minum setelah gempa dahsyat pada 1 Januari.

Penduduk Distrik Kawachi di Kota Nanao sebelumnya mengandalkan air alami yang bersumber dari pegunungan terdekat untuk minum. Namun, fasilitas pengolahan air itu rusak akibat gempa, sehingga pasokan terputus selama sekitar tiga bulan.

Pasokan air kembali mengalir Sabtu (20/04/2024) lalu setelah fasilitas tersebut dipulihkan, tetapi pihak berwenang mengatakan pihaknya menunggu hasil tes untuk menjamin kelayakan air tersebut untuk diminum.

Sementara itu, warga masih bergantung pada peralatan penyaring air yang dipasang pascagempa atau air kemasan.

Sebelum gempa, daerah tersebut memiliki 41 rumah tangga, tetapi sekitar 30 di antaranya, atau lebih dari 70 persen, telah meninggalkan rumahnya. Para pengungsi pindah ke tempat tinggal sementara atau tinggal bersama kerabatnya di luar distrik itu.

Beberapa memutuskan meninggalkan Kawachi untuk selamanya.

Ketua asosiasi masyarakat setempat mengatakan seluruh masyarakat telah berubah drastis. Ia mengatakan meninggalkan distrik itu adalah satu-satunya pilihan bagi warga setelah gempa.

Namun, ia berharap banyak dari mereka akan kembali setelah pasokan air pulih, meski hanya sebagian.