Warga Palestina Temukan Kuburan Massal

Warga Palestina telah kembali ke rumah mereka di Gaza selatan untuk mencoba menemukan jenazah keluarga dan teman-temannya. Pada Senin (22/04/2024), mereka menemukan lebih banyak mayat terkubur di reruntuhan rumah sakit.

Pasukan Israel telah menyerang Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, dengan mengeklaim bahwa pejuang Hamas menggunakannya sebagai basis. Militer Israel menarik diri dua pekan lalu setelah berbulan-bulan bertempur.

Warga Palestina telah menghabiskan beberapa hari menggali kuburan darurat di lokasi tersebut. Media Al Jazeera mengatakan mereka telah menemukan sedikitnya 200 jenazah. Keluarga-keluarga telah datang mengambil jenazah untuk dimakamkan. "Situasinya berat untuk dilihat," kata seorang wanita. "Namun, kami mungkin bisa merasa sedikit lega."

Para pejabat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "pembantaian". Mereka mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki pasukan Israel atas "kejahatan perang".

Para pemimpin Israel menghadapi banyak kritik karena gagal mencegah serangan Hamas pada bulan Oktober di desa-desa di sepanjang perbatasan dengan Gaza. Kepala intelijen militer, Mayor Jenderal Aharon Haliva, telah mengambil tanggung jawab dan mengundurkan diri.

Israel mengatakan "waktunya telah tiba" bagi lebih banyak pemimpinnya untuk mundur. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Demokrasi Israel menunjukkan 62 persen percaya bahwa pejabat yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut harus mengundurkan diri.