BOJ Bahas Dampak Melemahnya Yen terhadap Inflasi

Dewan gubernur bank sentral Jepang, BOJ, akan mengadakan pertemuan kebijakan pertama pada pekan ini sejak menghapus kebijakan suku bunga negatif bulan lalu.

Mereka pada pertemuan sebelumnya mengatakan dapat memproyeksikan siklus yang baik antara upah dan harga.
                    
Para pejabat BOJ diperkirakan akan membahas perekonomian, harga, dan pasar ketika bertemu pada Kamis (25/04/2024) dan Jumat (26/04/2024).

Mereka juga akan merilis perkiraan harga untuk periode tiga tahun hingga tahun fiskal 2026 setelah pertemuan tersebut.

BOJ diperkirakan akan menentukan apakah kenaikan harga yang dicapai terutama di antara perusahaan-perusahaan besar dalam negosiasi upah baru-baru ini akan berdampak pada perusahaan-perusahaan kecil.

Mereka juga akan memastikan apakah harga jasa akan terus meningkat menyusul kenaikan upah.

Yen Jepang melemah terhadap dolar ke tingkat yang belum pernah terlihat dalam 34 tahun terakhir, bahkan setelah BOJ menghapuskan suku bunga negatif.

Hal ini karena bank sentral ingin mempertahankan lingkungan moneter yang akomodatif untuk saat ini. Selain itu, inflasi yang tinggi di AS telah menggagalkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga dini.

Gubernur BOJ Ueda Kazuo mengisyaratkan di Washington pekan lalu tentang kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi Jepang terus meningkat.

Ueda mengatakan, "Jika depresiasi yen menjadi faktor besar dalam kenaikan harga, dengan lonjakan yang sangat besar sehingga tidak bisa diabaikan, kami mungkin akan mengubah kebijakan moneter."

Fokus dalam pertemuan pekan ini adalah langkah yang akan diterapkan BOJ untuk menangani pelemahan yen dalam prospek harganya.
   
Mereka juga diperkirakan akan membahas arah masa depan BOJ. Topiknya mungkin mencakup penentuan waktu kenaikan suku bunga lebih lanjut dan penghentian pembelian obligasi pemerintah Jepang.