Tidak Ada Tanda Peningkatan Risiko Gempa Dahsyat Palung Nankai

Panel pemerintah Jepang mengatakan tidak menemukan adanya perubahan khusus yang menunjukkan peningkatan risiko gempa besar yang terjadi di sepanjang palung bawah laut di selatan pulau utama Jepang, Honshu.

Komite Penelitian Gempa Jepang mengadakan pertemuan ad hoc pada Kamis (18/04/2024) setelah gempa bermagnitudo 6,6 melanda Selat Bungo, selat antara pulau Kyushu dan Shikoku di Jepang barat, pada Rabu (17/04/2024) malam.

Para seismolog memperkirakan terdapat kemungkinan 70 hingga 80 persen gempa bermagnitudo 8 hingga 9 akan terjadi di sepanjang Palung Nankai di Samudra Pasifik di lepas pantai mulai dari Jepang tengah hingga barat dalam 30 tahun ke depan.

Selat Bungo terletak di sepanjang tepi barat wilayah yang diperkirakan akan dilanda gempa Palung Nankai.

Komite seismolog itu menganalisis gempa pada Rabu, dan mengatakan aktivitas seismik masih aktif di kawasan tersebut. Namun, dikatakan tidak ada perubahan signifikan yang terdeteksi dalam data observasi pergerakan kerak di dalam atau sekitar selat.

Komite tersebut juga mencatat bahwa para ahli telah mengamati aktivitas seismik skala kecil, yang dikenal sebagai gempa berfrekuensi rendah, di dalam dan di dekat pusat gempa pada Rabu sejak sekitar tanggal 11 April. Namun, komite tersebut menjelaskan bahwa fenomena itu bukan hal yang aneh di wilayah tersebut. Para pakar belum menemukan adanya perubahan aktivitas sebelum atau sesudah gempa.

Menurut komite itu, gempa tersebut terjadi di wilayah yang diprediksi menjadi hiposentrum gempa Palung Nankai. Namun, mereka menyimpulkan bahwa pihaknya belum melihat adanya perubahan tertentu yang menunjukkan kemungkinan terjadinya gempa besar telah meningkat.