Jepang Akan Hibahkan 1,5 Miliar Yen untuk Masalah Narkoba Afganistan

Menteri Luar Negeri Jepang Kamikawa Yoko memberi tahu kepala badan antikejahatan PBB mengenai niatnya untuk memberikan hibah kepada Afganistan guna mengatasi masalah narkoba yang serius di sana.

Kamikawa bertemu dengan Ghada Waly, Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, atau UNODC, di Tokyo pada Kamis (04/07/2024).

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa pada 2022, pemerintahan sementara Taliban yang berkuasa di Afganistan melarang penanaman bunga opium atau popi, yang digunakan untuk membuat heroin.

Namun, budi daya tanaman itu terus berlanjut di beberapa daerah di Afganistan. Masalah kesehatan akibat obat-obatan menjadi persoalan sosial yang serius.

Pada pertemuan tersebut, Kamikawa mengatakan kepada Waly bahwa Jepang akan menyediakan sekitar 1,5 miliar yen, atau hampir 9,3 juta dolar, melalui UNODC untuk mendukung langkah-langkah antinarkotika di Afganistan. Keduanya menandatangani bantuan tersebut.

Kementerian itu mengatakan hibah tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas guna mengubah tanaman opium ke tanaman lain yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat setempat.

Kementerian itu menyebutkan bahwa bantuan tersebut juga akan digunakan untuk merenovasi pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba.