Pakar: 744 Kota di Jepang Terancam Punah

Sekelompok pakar kependudukan memperingatkan bahwa lebih dari 40 persen kota di Jepang suatu hari nanti akan kehabisan penduduk dan punah. Mereka menekankan bahwa negara ini sedang menghadapi “kesempatan terakhir” untuk membalikkan tren tersebut.

Skenario ini berasal dari Dewan Strategi Kependudukan, sebuah panel kajian swasta yang dipimpin oleh Mimura Akio, mantan ketua Kamar Dagang dan Industri Jepang.

Kelompok tersebut merilis laporan terbaru pada Rabu (24/04/2024) setelah menganalisis jumlah perempuan berusia 20-an dan 30-an yang tinggal di lebih dari 1.700 kota di Jepang.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa 744 di antaranya terancam punah suatu hari nanti, karena populasi perempuan usia subur akan turun menjadi kurang dari separuh jumlah saat ini pada tahun 2050. Tren ini dapat memicu penurunan populasi yang lebih luas di komunitas-komunitas tersebut, sampai akhirnya kota itu akan punah.

Mimura khawatir penurunan populasi yang terus terjadi di Jepang pada akhirnya dapat menjerumuskan perekonomian ke dalam “spiral penyusutan”.

Ia mengatakan, "Kita akan terus kehilangan kekayaan nasional, dan keberlanjutan sistem jaminan sosial kita akan sangat terganggu."

Ia menambahkan, "Selain itu, status global Jepang juga akan menurun. Kita tidak boleh mewariskan masa depan seperti ini kepada generasi mendatang. Ini adalah tanggung jawab kita."