Informasi

Tanya Jawab Virus Korona

Ini adalah pertanyaan mendasar Virus Korona. Pakar dari NHK menjawab pertanyaan dari pendengar tentang virus korona baru. Mohon pelajari lebih lanjut mengenai Virus Korona.

Q1. "Apa itu virus korona?"
Q2. "Bagaimana orang dapat terinfeksi?" dan "Bagaimana kita dapat mencegah terinfeksi?"
Q3. "Apa yang harus diperhatikan oleh perempuan hamil?"
Q4. "Bagaimana cara mendisinfeksi pakaian kita?"
Q5. "Siapa yang cenderung menunjukkan gejala serius saat tertular virus korona baru?"
Q6. "Siapa yang cenderung menunjukkan gejala serius saat tertular virus korona baru?"
Q7. "Apakah anak-anak cenderung mengalami gejala parah ketika terinfeksi?"
Q8. "Apakah Jepang telah menemukan terapi yang efektif guna mencegah atau merawat infeksi akibat virus korona?” dari seorang pendengar di Indonesia, Nurdian Syah.
Q10. "Dalam kondisi seperti apa penularan dapat dinyatakan berakhir?"
Q11: Apakah Sabun Lebih Efektif Dari Alkohol?
Q13: "Selama wabah SARS pada 2003, saya mendengar ada kasus virus menyebar melalui air limbah yang bocor dari pipa pembuangan. Virus korona baru disebutkan mirip dengan virus korona SARS. Apakah kondisi serupa terjadi dengan virus korona baru?"
Q14: Apakah orang-orang yang lebih muda bisa mengalami sakit parah saat terinfeksi?
Q15: Apakah virus tersebut tengah bermutasi di Kota Wuhan Cina, Italia, dan negara-negara Eropa lainnya?
Q16: Seberapa efektifkah obat Avigan?
Q17: Bagaimana deklarasi keadaan darurat memengaruhi kehidupan kita? (Bagian 1)
Q18: Bagaimana deklarasi keadaan darurat memengaruhi kehidupan kita? (Bagian 2)
Q19: Bagaimana cara mendapatkan 100.000 yen dari pemerintah Jepang?
Q20: Bisakah saya menggunakan minuman berkadar alkohol tinggi sebagai pengganti cairan pembersih?
Q21: Pasien-pasien yang tidak menunjukkan gejala
Q22: Efektivitas penggunaan masker




Q1. "Apa itu virus korona?"


Virus korona adalah virus yang menginfeksi manusia dan binatang lainnya. Umumnya, menyebar di antara orang-orang dan menimbulkan gejala yang serupa dengan flu biasa seperti batuk, demam dan pilek. Beberapa jenis dari virus ini menyebabkan Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau MERS yang pertama kali terkonfirmasi di Arab Saudi pada 2012, dan bisa menimbulkan pneumonia atau gejala serius lainnya.

Virus korona yang menimbulkan pandemi global adalah galur baru. Orang-orang yang terinfeksi mengalami gejala seperti demam, batuk, lelah, berdahak, sulit bernapas, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Sekitar 80 persen pasien pulih setelah mengalami gejala ringan. Hampir 20 persen mengalami kondisi serius seperti pneumonia atau kegagalan fungsi organ dalam.

Orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas yang memiliki hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular dan pernapasan serta kanker lebih rentan mengalami kondisi yang lebih serius atau mati. Infeksi dalam jumlah yang lebih sedikit dilaporkan terjadi pada anak-anak dan gejala terhadap mereka relatif ringan.





Q2. "Bagaimana orang dapat terinfeksi?" dan "Bagaimana kita dapat mencegah terinfeksi?"


Para pakar meyakini virus korona baru ditularkan melalui percikan ludah atau kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, seperti halnya dalam influenza musiman atau influenza biasa. Ini artinya virus tersebut menyebar melalui percikan ludah yang keluar ketika batuk atau bersin.

Orang juga dapat terinfeksi dengan menyentuh gagang pintu yang tercemar atau gantungan pegangan tangan di gerbong kereta dan kemudian menyentuh hidung atau mulutnya dengan tangan yang tercemar. Virus korona diyakini memiliki derajat penularan yang kurang lebih sama dengan influenza musiman.

Langkah-langkah dasar bagi pencegahan penularan virus korona sama dengan langkah dasar melawan influenza musiman. Ini adalah mencuci tangan dan mempraktikkan etika batuk.

Ketika mencuci tangan orang dianjurkan untuk menggunakan sabun dan mencuci setiap bagian tangan hingga ke pergelangan menggunakan air mengalir selama setidaknya 20 detik. Atau, orang dapat menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

Etika batuk adalah cara yang penting untuk mengendalikan penyebaran penularan. Orang dianjurkan untuk menutupi hidung dan mulut dengan kertas tisu atau lengan guna mencegah mencipratkan percikan terkontaminasi ke orang lain.

Langkah efektif lainnya termasuk menghindari tempat-tempat ramai. Saat berada di dalam ruang, kerap membuka jendela untuk menjaga ventilasi ruangan.

Di Jepang, masing-masing perusahaan kereta akan memutuskan apakah akan membuka jendela gerbong penumpang yang padat. Para pakar mengatakan gerbong-gerbong itu sudah diberikan ventilasi hingga tingkat tertentu karena pintu akan selalu terbuka saat berhenti di stasiun dan penumpang naik atau turun.





Q3. "Apa yang harus diperhatikan oleh perempuan hamil?"


Dalam wabah virus korona, Asosiasi Jepang untuk Penyakit Menular dalam Kebidanan dan Kandungan merilis sebuah dokumen yang menyediakan saran bagi calon ibu dan perempuan yang ingin hamil.

Asosiasi itu menyebutkan sejauh ini tidak ada informasi bahwa perempuan hamil memiliki gejala lebih parah akibat virus korona atau laporan mengenai virus tersebut dapat menyebabkan masalah pada bayi yang belum lahir.

Namun, asosiasi itu memperingatkan bahwa, secara umum, perempuan hamil dapat menderita sakit yang serius jika mengalami pneumonia.

Asosiasi itu menyarankan kepada perempuan hamil untuk mengambil langkah pencegahan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah ke luar rumah dan sebelum makan, serta menggunakan disinfektan yang mengandung alkohol.

Rekomendasi lain untuk pencegahan adalah menghindari kontak dengan orang-orang yang menderita demam dan batuk, menggunakan masker sebagai pelindung serta menghindari menyentuh hidung dan mulut dengan tangan.

Profesor Satoshi Hayakawa dari Fakultas Kedokteran di Universitas Nihon mengatakan ia memahami perempuan hamil merasa cemas. Namun, ia mendesak perempuan hamil agar bertindak berdasarkan pada informasi yang terpercaya dan akurat karena banyak informasi yang salah beredar selama wabah penyakit menular.





Q4. "Bagaimana cara mendisinfeksi pakaian kita?"


Kita akan mengetahui apakah mencuci baju akan menghilangkan virus dan apakah kita harus menggunakan alkohol disinfektan di pakaian kita.

Erisa Sugawara dari Asosiasi Jepang untuk Pengawasan dan Pencegahan Infeksi mengatakan tidak perlu menggunakan alkohol disinfektan di pakaian. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan virus akan tersapu dari pakaian melalui prosedur mencuci biasa, meski hal ini belum teruji dengan virus korona baru.

Sedangkan untuk barang-barang yang dirasa berisiko terkontaminasi virus, seperti misalnya sapu tangan yang digunakan untuk menutup mulut saat batuk atau bersin, Sugawara merekomendasikan untuk direndam dengan air mendidih selama 15 hingga 20 menit.





Q5. "Siapa yang cenderung menunjukkan gejala serius saat tertular virus korona baru?"


WHO mengatakan banyak kematian yang disebabkan oleh virus tersebut adalah orang-orang dengan kondisi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, para penderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah harus sangat berhati-hati bukan hanya terhadap virus korona baru tetapi juga terhadap infeksi biasa seperti influenza musiman.

Orang-orang tersebut di antaranya adalah mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung, serta orang-orang yang meminum obat penekan imun untuk merawat penyakit seperti reumatik, dan lansia.

Para peneliti mengatakan belum jelas hubungan antara kondisi medis pasien berpenyakit kronis tertentu dengan tingkat keseriusan dari gejala virus korona yang dialaminya.

Untuk wanita hamil, tidak terdapat data yang mengindikasikan apakah mereka masuk dalam kategori berisiko tinggi terhadap virus korona baru. Namun secara umum, wanita hamil cenderung lebih rentan terhadap virus-virus. Apabila terjangkit pneumonia, mereka kemungkinan besar akan menunjukkan gejala serius.

Juga belum terdapat data mengenai gejala virus korona baru seperti apa yang akan dialami oleh balita. Namun, karena balita tidak dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sendiri seperti mencuci tangan dan menghindari kerumunan orang, maka orang tua didesak untuk melakukan apa pun yang mereka bisa lakukan guna melindungi anak-anak.





Q6. "Siapa yang cenderung menunjukkan gejala serius saat tertular virus korona baru?"

WHO mengatakan banyak kematian yang disebabkan oleh virus tersebut adalah orang-orang dengan kondisi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, para penderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah harus sangat berhati-hati bukan hanya terhadap virus korona baru tetapi juga terhadap infeksi biasa seperti influenza musiman.

Orang-orang tersebut di antaranya adalah mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung, serta orang-orang yang meminum obat penekan imun untuk merawat penyakit seperti reumatik, dan lansia.

 Para peneliti mengatakan belum jelas hubungan antara kondisi medis pasien berpenyakit kronis tertentu dengan tingkat keseriusan dari gejala virus korona yang dialaminya.

Untuk wanita hamil, tidak terdapat data yang mengindikasikan apakah mereka masuk dalam kategori berisiko tinggi terhadap virus korona baru. Namun secara umum, wanita hamil cenderung lebih rentan terhadap virus-virus. Apabila terjangkit pneumonia, mereka kemungkinan besar akan menunjukkan gejala serius.

Juga belum terdapat data mengenai gejala virus korona baru seperti apa yang akan dialami oleh balita. Namun, karena balita tidak dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sendiri seperti mencuci tangan dan menghindari kerumunan orang, maka orang tua didesak untuk melakukan apa pun yang mereka bisa lakukan guna melindungi anak-anak.





Q7. "Apakah anak-anak cenderung mengalami gejala parah ketika terinfeksi?"

Tidak ada laporan di Cina yang mengatakan anak-anak cenderung mengalami gejala parah ketika terjangkiti virus korona baru. Satu analisis yang dilakukan oleh tim pakar bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina atas 44.672 orang yang terinfeksi di negara itu hingga 11 Februari, tidak menunjukkan anak berusia sembilan tahun ke bawah meninggal akibat terjangkiti virus korona baru. Hanya satu kematian dilaporkan dari pasien yang berusia belasan tahun.

Satu kelompok peneliti dari Universitas Wuhan dan institusi lainnya melaporkan bahwa sembilan bayi yang berusia antara satu hingga 11 bulan teruji positif virus korona di Cina Daratan hingga 6 Februari. Mereka mengatakan tidak ada yang menjadi sakit parah.

Profesor Tsuneo Morishima dari Universitas Kedokteran Aichi adalah pakar penyakit menular pediatri. Morishima mengatakan virus baru ini dalam beberapa hal serupa dengan galur virus korona yang telah ada. Anak-anak yang kerap kena batuk pilek, mungkin punya imunitas tertentu terhadapnya.

Namun Profesor Morishima menambahkan bahwa kita harus hati-hati karena penularannya cenderung menyebar secara cepat di sekolah dan tempat penitipan anak. Ia mengatakan wali anak-anak harus memastikan anak-anak mencuci tangan sepenuhnya dan menjaga ruangan tempat mereka berada berventilasi baik.

Data yang disajikan di sini adalah per 24 Maret.





Q8. "Apakah Jepang telah menemukan terapi yang efektif guna mencegah atau merawat infeksi akibat virus korona?” dari seorang pendengar di Indonesia, Nurdian Syah.

Sayangnya belum ada obat yang terbukti jelas efektif melawan virus korona, seperti Tamiflu dan Xofluza untuk menangani influenza. Seperti di negara dan kawasan lain, para dokter di Jepang memfokuskan pada merawat gejala-gejala, seperti memberikan bantuan oksigen bagi pasien dan memberikan infus jika mengalami dehidrasi.

Meski obat yang efektif bagi virus ini masih belum dikembangkan, para dokter di Jepang dan di seluruh dunia tengah menggunakan obat-obatan yang telah ada untuk menangani kondisi lainnya karena obat-obatan tersebut mungkin mempan terhadap virus korona.

Salah satu obatnya adalah Avigan, obat antiflu yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Jepang enam tahun lalu. Otoritas Cina mengatakan obat tersebut efektif dalam merawat para pasien virus korona. 

Pusat Nasional Jepang bagi Kesehatan dan Obat-obatan Global mengatakan telah mengembangkan obat antivirus yang digunakan untuk mencegah munculnya AIDS ke seorang pasien yang terinfeksi virus korona. Para petugas di sana mengatakan demam pasien menurun, dan rasa lelah serta sesak napasnya mulai membaik.

Penelitian bagi terapi yang efektif juga sedang dilakukan di berbagai negara. Sebuah tim termasuk para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan penelitian sebuah obat antivirus yang tengah dikembangkan untuk merawat Ebola ke seorang pria yang mengalami pneumonia akibat virus korona. Para peneliti mengatakan gejala pria tersebut mulai membaik sehari setelah diberikan obat tersebut.

Para peneliti itu menyebutkan ia telah melepas bantuan oksigen dan demamnya turun. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan kombinasi obat flu dan AIDS telah meningkatkan kondisi seorang pasien yang kemudian bersih dari virus korona.

Namun, pada seluruh kasus, para pakar mengatakan studi klinis lebih jauh dibutuhkan guna menentukan keamanan dan efektivitas obat-obatan tersebut.

Data ini dilaporkan hingga 25 Maret.





Q9. "Apakah infeksi virus korona tidak akan menyebar di iklim panas seperti di Afrika?” dari seorang pendengar di Republik Demokratik Kongo.

Sebagian orang tampaknya menduga bahwa virus akan mati saat musim panas atau tidak akan menyebar luas di daerah yang panas karena diketahui bahwa jumlah pasien flu biasa meningkat saat musim dingin di daerah dengan empat musim seperti Jepang.

Namun, Profesor Mitsuo Kaku dari Universitas Kedokteran dan Farmasi Tohoku menyebutkan bahwa influenza menyebar sepanjang tahun di negara-negara Asia Tenggara yang suhunya tinggi. Ia mengungkapkan bahwa hubungan antara iklim dan virus korona baru belum diketahui dan masih dibutuhkan studi lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif WHO, Michael Ryan, yang merupakan pakar utama kedaruratan badan tersebut pada 6 Maret lalu menyatakan bahwa aktivitas dan karakteristik virus korona di berbagai kondisi iklim belum diketahui. Ia juga mengungkapkan bahwa COVID-19 akan hilang di musim panas merupakan "harapan palsu". Data ini dilaporkan hingga 26 Maret.





Q10. "Dalam kondisi seperti apa penularan dapat dinyatakan berakhir?"

Jawaban disampaikan Omi Shigeru yang merupakan wakil ketua panel pakar pemerintah untuk virus korona baru dan Presiden Organisasi Komunitas Layanan Kesehatan Jepang. Ia sebelumnya memimpin penanganan penyakit menular di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia mengatakan akhir dari penularan tersebut adalah rantai penularan telah berhenti dan tidak ada lagi orang yang terinfeksi.

Otoritas kesehatan mungkin akan mendeklarasikan akhir penularan jika tidak ada infeksi baru yang terkonfirmasi dalam periode waktu tertentu berdasarkan pada standar WHO.

Sebagai contoh, penyebaran SARS sebagian besar terjadi di Cina daratan dan negara-negara lain di Asia pada 2003. WHO mendeklarasikan akhir dari penyebaran itu dalam delapan bulan setelah pasien pertama terkonfirmasi.

Di sisi lain, penyebaran infeksi mungkin dapat dikontrol untuk periode waktu tertentu di wilayah atau negara tertentu dengan mengambil langkah-langkah seperti meminta orang-orang untuk menghindari pergi ke luar rumah.

Namun, infeksi mungkin penyebar kembali dari virus dari luar wilayah tersebut. Sebagai contoh, penyebaran influenza musiman pada musim dingin dan turun secara sementara, tetapi belum berakhir.

Vaksin dan obat-obatan efektif untuk membuat infeksi tidak menyebar dan menjadi parah. Namun, Omi mengatakan ketersediaan vaksin dan obat-obatan, serta apakah penularan dapat berakhir merupakan dua masalah yang berbeda.

Omi mengatakan otoritas kesehatan akan tetap berkomitmen untuk meningkatkan upaya penanganan dengan tujuan mengakhiri penularan secara total.

Artikel ini merujuk pada data hingga 27 Maret.





Q11: Apakah Sabun Lebih Efektif Dari Alkohol?

Sakamoto Fumie, spesialis pengendalian penyakit menular dari Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo mengatakan sabun memiliki efek yang sama dengan alkohol dalam tingkat tertentu.

Ia mengatakan, sabun tangan umumnya mengandung surfaktan yang menghancurkan membran lipida yang menyelubungi virus korona, yang berarti virusnya dapat dihancurkan dalam tingkat tertentu.

Sakamoto mengatakan alkohol juga efektif. Namun apabila tangan kita kotor, maka kadang sulit bagi disinfektan untuk membunuh kuman. Sakamoto mendesak orang-orang untuk secara rutin mencuci tangannya dengan sabun.





Q13: "Selama wabah SARS pada 2003, saya mendengar ada kasus virus menyebar melalui air limbah yang bocor dari pipa pembuangan. Virus korona baru disebutkan mirip dengan virus korona SARS. Apakah kondisi serupa terjadi dengan virus korona baru?"

Jawaban pakar: virus baru dan virus SARS merupakan satu keluarga yang sama dari virus korona. virus korona yang menyebabkan SARS dikenal tak hanya berkembang biak di tenggorokan dan paru-paru saja, tetapi juga di usus. Ketika virus SARS menyebar di antara orang-orang di sejumlah negara pada 2003, infeksi massal juga dilaporkan di sebuah kondominium di Hong Kong. Diduga infeksi massal itu disebabkan oleh percikan ludah yang mengandung virus yang bocor dari pipa pembuangan.

Profesor Kaku Mitsuo dari Universitas Kedokteran dan Farmasi Tohoku merupakan seorang ahli langkah-langkah pencegahan infeksi. Ia mengungkapkan bahwa terdapat risiko yang rendah virus menyebar melalui pipa pembuangan di negara-negara yang secara relatif memiliki tingkat kondisi kebersihan tinggi. Namun, ia mengatakan kemungkinan bagi virus menempel di permukaan toilet dan tempat di sekitarnya serta Anda dapat tertular karena menyentuh permukaan yang tercemar dengan tangan Anda.

Menurut Profesor Kaku, orang-orang harus menutup tutup toilet sebelum membilasnya dan memastikan mencuci tangan mereka sepenuhnya setelah menggunakan toilet. Ia mengatakan orang-orang harus berupaya untuk menjaga kebersihan dalam kehidupan sehar-hari, seperti membersihkan keran, wastafel, dan gagang pintu dengan disinfektan. 

Tulisan ini dibuat berdasarkan data hingga 1 April.





Q14: Apakah orang-orang yang lebih muda bisa mengalami sakit parah saat terinfeksi?

Para pakar pernah mengatakan bahwa para lansia dan mereka dengan kondisi kesehatan serius cenderung mengalami gejala yang serius saat terinfeksi. Namun bulan lalu, laporan di media menyebutkan seorang wanita berusia 21 tahun di Inggris, dan perempuan berusia 16 tahun di Prancis, yang tidak memiliki riwayat penyakit serius meninggal akibat terinfeksi virus korona. Kasus-kasus terbaru menunjukkan beberapa anak muda juga bisa mengalami sakit serius.

Jepang juga mencatat kasus sakit serius yang dialami orang-orang yang relatif muda. Kutsuna Satoshi dari Pusat Nasional untuk Pengobatan dan Kesehatan Global menyatakan di antara 30 pasien lebih yang ia rawat, seorang pria berusia awal 40-an tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit mengalami gejala yang serius.

Kutsuna mengatakan pria tersebut hanya mengalami demam dan batuk di beberapa hari pertama tapi sepekan setelah mengalami pneumonia serius, ia membutuhkan alat bantu pernapasan karena kondisi pernapasannya memburuk dengan cepat. Pria itu kemudian telah pulih.

Kutsuna mengatakan bahwa anak-anak muda tidak boleh berpikir bahwa mereka baik-baik saja karena kalangan muda juga bisa mengalami sakit yang serius.

WHO memperingatkan bahwa ada banyak kasus yang terjadi di kalangan berusia 50 tahun ke bawah yang dirawat di rumah sakit. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS melaporkan bahwa 2 hingga 4 persen orang yang terinfeksi di kalangan usia antara 20 hingga 44 tahun dirawat di unit perawatan intensif. Data tersebut tercatat hingga 2 April.





Q15: Apakah virus tersebut tengah bermutasi di Kota Wuhan Cina, Italia, dan negara-negara Eropa lainnya?

Pada awal Maret, sebuah kelompok penelitian asal Cina menganalisis gen-gen virus korona yang diambil dari 100 lebih pasien virus korona di seluruh dunia. Tim itu menemukan sejumlah perbedaan pada gen-gen tersebut yang dikarakteristikkan menjadi dua tipe virus korona, yaitu tipe L dan tipe S.

Tim tersebut menemukan bahwa tipe S memiliki susunan genetik yang dekat dengan virus korona yang ditemukan pada kelelawar. Virus tipe L lazimnya ditemukan pada pasien dari negara-negara Eropa dan diyakini merupakan bentuk virus yang lebih baru dibandingkan tipe S.

Profesor Ito Masahiro dari Departemen Ilmu Biologi Universitas Ritsumeikan yang tengah mempelajari karakteristik virus tersebut mengatakan virus korona bermutasi dengan mudah, dan diyakini mengalami sejumlah perubahan lewat lebih banyak orang yang terinfeksi serta penyebaran virus secara berulang.

Sementara itu, mengenai kemungkinan virus yang bermutasi membuatnya lebih mudah ditularkan, Ito mengatakan virus tersebut masih pada tahap di mana susunan genetiknya belum banyak berubah. Meski terdapat perbedaan pada gen tipe L dan tipe S, namun kurang informasi yang memadai mengenai tipe mana yang mengarah pada gejala yang lebih parah. Ito menyebutkan, walaupun tingkat keparahan penyakit dan tingkat kematiannya berbeda di tiap negara, diyakini variasi-variasi tersebut diakibatkan oleh orang-orang sendiri, termasuk perbedaan pada rasio populasi lansia, kebudayaaan, dan budaya makanan di negara itu.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 3 April.





Q16: Seberapa efektifkah obat Avigan?

Avigan, yang juga dikenal sebagai Favipiravir, adalah obat antiinfluenza yang dikembangkan sebuah perusahaan farmasi Jepang enam tahun lalu. Terdapat laporan mengenai efek samping dalam uji coba terhadap hewan-hewan laboratorium, sehingga pemerintah Jepang belum menyetujui penggunaannya terhadap sejumlah orang seperti wanita hamil. Avigan kini akan diberikan kepada para pasien yang terinfeksi virus korona baru hanya dalam sejumlah kasus yang mendapatkan persetujuan pemerintah.

Hingga saat ini, tidak ada obat-obatan lain yang diketahui dapat secara efektif merawat pasien virus korona baru, tetapi Avigan diperkirakan akan efektif melawan virus korona baru yang bermutipel sama seperti virus influenza. Penelitian mengenai efek-efek obat ini tengah dilakukan di banyak bagian dunia.

Pemerintah Cina telah mengumumkan sejumlah hasil penelitian klinis yang dilakukan di dua institusi medis. Salah satunya adalah di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, yang melibatkan 80 pasien. Pasien yang tidak diberikan Avigan membutuhkan rata-rata 11 hari pada hasil tesnya untuk berubah dari positif menjadi negatif. Sementara bagi pasien yang diberikan obat tersebut rata-rata 4 hari. Sinar X para pasien menunjukkan bahwa kondisi paru-paru dari 62 persen yang tidak diberikan Avigan telah membaik, sementara 91 persen yang diberikan obat tersebut menjadi lebih baik.

Pemerintah Cina mengumumkan bahwa hasil tersebut mendorong pemerintah untuk secara resmi memasukkan Avigan sebagai salah satu obat untuk merawat pasien yang terinfeksi virus korona baru.

Di Jepang, penelitian klinis yang melibatkan 80 pasien dengan gejala-gejala ringan atau tanpa gejala tengah dilakukan di institusi seperti Rumah Sakit Universitas Fujita di Provinsi Aichi sejak Maret. Para peneliti tengah membandingkan seberapa banyak obat tersebut dapat mengurangi jumlah virus.

Perusahaan Jepang yang memproduksi Avigan mengumumkan telah memulai percobaan klinis untuk mendapatkan persetujuan pemerintah. Jika efektivitas dan keselamatan obat tersebut dapat dipastikan, perusahaan itu berencana mengajukan persetujuan pada pemerintah.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 6 April.





Q17: Bagaimana deklarasi keadaan darurat memengaruhi kehidupan kita? (Bagian 1)

Pertama, tentang bepergian

Para gubernur di provinsi tertentu dapat meminta warga di area tertentu agar menghindari bepergian untuk keperluan yang tidak mendesak selama periode tertentu.

Sejumlah pengecualian mencakup kunjungan ke rumah sakit, belanja kebutuhan sehari-hari, dan bekerja. Permintaan itu bukan merupakan kewajiban, tetapi warga terpaksa bekerja sama dan melakukan upaya yang terbaik.

Berikutnya, mengenai sekolah

Para gubernur dapat meminta atau memerintahkan sekolah untuk tutup, berdasarkan pada UU khusus yang disahkan pada bulan lalu.

Para gubernur memiliki otoritas untuk menutup SMA provinsi. Mereka dapat meminta sekolah swasta, dan SD serta SMP yang berada dalam wilayah hukum kota untuk tutup. Mereka dapat memerintahkan penutupan tersebut jika sekolah tidak mematuhinya, tetapi tidak ada sanksi.

Mengenai fasilitas dan toko-toko…

UU mengizinkan para gubernur untuk mengajukan pembatasan penggunaan sejumlah fasilitas dengan tujuan mencegah penyebaran infeksi. Mereka juga dapat meminta pembatasan atau pelarangan operasi sejumlah fasilitas berskala besar yang memiliki luas lantai lebih dari 1.000 meter persegi. Sejumlah fasilitas yang memiliki luas lantai lebih kecil dari ukuran tersebut mungkin akan diberikan perintah serupa jika dianggap perlu.

Berikut merupakan daftar dari fasilitas dalam kategori tersebut: tempat pertunjukkan dan bioskop, lokasi acara, toserba, toko swalayan, hotel dan penginapan, gedung olahraga dan kolam renang, museum, perpustakaan, klub malam, sekolah mengemudi dan tempat bimbingan belajar.

Toko swalayan yang diizinkan untuk membuka bagian yang menjual barang-barang kebutuhan seperti makanan, obat dan produk kebersihan. Ketika sejumlah fasilitas tidak menjalankan permintaan tersebut, gubernur dapat memerintahkannya. Mereka mempublikasikan nama-nama fasiitas yang diberikan perintah tersebut.

Mengenai acara dan pameran…

Dalam UU yang baru, para gubernur dapat meminta penyelenggara untuk tidak menggelar acara. Jika penyelenggara tidak mematuhinya, para gubernur dapat memerintahkan mereka untuk menghentikannya.

Para gubernur mempublikasikan nama-nama penyelenggara yang diberikan perintah di situs web provinsi atau media lain.

Dan, mengenai perusahaan utilitas.

Deklarasi keadaan darurat tidak berdampak pada perusahaan utilitas yang penting. Penyedia layanan listrik, gas dan air diminta untuk menerapkan langkah-langkah untuk menjamin pasokan yang stabil.

Operator transportasi, telepon, internet dan layanan pos juga diminta untuk tetap beroperasi. UU tersebut tidak seharusnya membatasi operasi transportasi publik. Perdana menteri dan para gubernur dapat melakukan langkah-langkah agar sistem transportasi berjalan untuk memenuhi persyaratan minimum.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 7 April.





Q18: Bagaimana deklarasi keadaan darurat memengaruhi kehidupan kita? (Bagian 2)

◎Pertama… mengenai masker yang makin sulit didapat di Jepang.

Berdasarkan dalam UU langkah-langkah khusus tentang virus korona, para gubernur dapat meminta perusahaan untuk menjual masker dan barang-barang kebutuhan lainnya ke pemerintah lokal. Jika perusahaan menolak memenuhi permintaan tersebut, gubernur diizinkan untuk mengambil alih barang-barang tersebut.

Pemerintah pusat telah membeli dan mengirimkan masker kepada warga di Hokkaido dan institusi medis berdasarkan pada UU terpisah yaitu UU Langkah-langkah Darurat untuk Menstabilkan Kondisi Kehidupan Masyarakat tahun 1973 yang disahkan untuk merespons krisis minyak global.

◎Deklarasi keadaan darurat juga mengizinkan gubernur untuk melakukan sejumlah langkah-langkah penegakkan hukum.

Gubernur dapat menggunakan lahan atau bangunan tanpa izin dari pemiliknya untuk membangun fasilitas medis.

Mereka juga dapat memerintahkan perusahaan untuk mencadangkan pasokan medis, makanan dan barang-barang kebutuhan lainnya.

Jika perusahaan tidak memenuhi perintah tersebut dan menyembunyikan atau menyingkirkan produk tersebut, sebagai contoh, maka dapat dipenjara hingga hingga enam bulan atau denda hingga 300.000 yen, atau sekitar 2.800 dolar. Hanya dua langkah itu yang mencantumkan hukuman.

Deklarasi darurat Jepang termasuk beberapa langkah penegakkan hukum dan tidak akan mengarah pada karantina wilayah yang diterapkan di negara lain. Namun, deklarasi itu diharapkan dapat mendorong warga dan perusahaan untuk bekerja sama dalam membendung wabah tersebut.

◎Bagaimana deklarasi itu memengaruhi layanan medis Jepang?

Institusi medis tidak termasuk fasilitas yang dapat diminta tutup oleh gubernur, jadi dapat tetap buka. Selain itu, kunjungan ke fasilitas medis dipertimbangkan sebagai hal penting yang tidak akan dibatasi meski warga diminta untuk di rumah saja. Namun, pemerintah daerah akan mengatur untuk bersiap menghadapi puncak wabah, seperti memilih fasilitas yang terutama menerima pasien virus korona dan memindahkan pasien lain ke fasilitas berbeda. Kementerian Kesehatan Jepang juga berencana untuk melonggarkan persyaratan untuk melakukan konsultasi online dengan dokter. Saat ini, konsultasi online dengan dokter hanya dapat dilakukan setelah pertemuan tatap muka dengan dokter. Namun, kementerian juga akan mengizinkan perawatan secara online dari tahap awal.

◎Bagaimana pengaruh terhadap tempat perawatan lansia?

Gubernur provinsi sebagai pelaku deklarasi darurat dapat meminta penutupan dan menurunkan skala operasi fasilitas perawatan lansia yang menyediakan perawatan harian dan perawatan inap jangka pendek. Tempat perawatan yang menutup fasilitas mereka akan diminta untuk terus menyediakan layanan yang dibutuhkan dengan cara alternatif, seperti mengirimkan staf ke rumah-rumah pengguna. Gubernur tidak dapat meminta penutupan fasilitas perawatan tetap dan penyedia layanan perawatan di rumah. Penyedia layanan ini diminta untuk melanjutkan layanan mereka sembari melakukan langkah-langkah preventif.

◎Bagaimana dengan fasilitas penitipan anak?

Gubernur dapat membatasi penggunaan pusat penitipan anak jika langkah-langkah itu dibutuhkan untuk mencegah penyebaran virus, dimungkinkan untuk menutup sementara fasilitas seperti itu. Bahkan meski tanpa permintaan dari gubernur, setiap kota di daerah tertentu dapat mempertimbangkan kebutuhan untuk mengurangi penerimaan jumlah anak-anak. Orang tua yang dapat bekerja di rumah atau mengambil cuti akan diminta untuk tidak menggunakan penitipan anak. Pemerintah kota juga memiliki pilihan untuk menutup sementara fasilitas penitipan anak jika seorang anak atau perawat anak terinfeksi atau ketika ada peningkatan jumlah kasus yang signifikan di daerah tersebut. Meski begitu, pemerintah kota akan mempelajari cara lain untuk menyediakan fasilitas penitipan anak bagi para pekerja layanan kesehatan dan orang lain yang bekerja dalam bidang yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat juga orang tua tunggal yang tidak dapat cuti dari pekerjaan.

◎Selanjutnya, kantor inspeksi standar pekerja dan pusat penempatan kerja.

Secara prinsip, fasilitas-fasilitas tersebut dapat menangani kekhawatiran yang berkaitan dengan ketenagakerjaan akan tetap buka seperti biasa. Meski begitu, pusat penempatan kerja dapat mengurangi skala operasinya tergantung pada situasi penularan di setiap daerah.

◎Apa yang akan terjadi terhadap layanan transportasi publik?

Pada 7 April, sebelum Perdana Menteri Abe Shinzo memberlakukan keadaan darurat, Menteri Transportasi Akaba Kazuyoshi mengatakan kepada wartawan bahwa meski diberlakukan keadaan darurat, transportasi publik dan logistik akan diminta untuk tetap menjalankan fungsinya.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 8 April.





Q19: Bagaimana cara mendapatkan 100.000 yen dari pemerintah Jepang?

Pemerintah telah menjelaskan rencana detail untuk pemberian bantuan langsung tunai sebesar 100.000 yen atau lebih dari 900 dolar ke seluruh penduduk sebagai bagian dari respons ekonomi atas wabah virus korona.

Bantuan langsung tunai itu akan diberikan kepada setiap orang yang terdaftar dalam Buku Induk Penduduk, tidak memandang kewarganegaraannya.

Menteri Dalam Negeri Takaichi Sanae menjelaskan program tersebut dalam konferensi pers pada 20 April lalu.

Takaichi mengatakan bantuan langsung tunai itu akan segera didistribusikan. Pendaftar dan pembayaran akan dilakukan tanpa kontak antar orang untuk mencegah penularan dan meminimalisasi staf yang bekerja di kantor pemerintah kota.

Setiap orang yang terdaftar dalam Buku Induk Penduduk hingga 27 April berhak mendapatkannya. Artinya, program ini mencakup penduduk Jepang, juga orang asing yang terdaftar sebagai penduduk dan memiliki visa lebih dari tiga bulan.

Pemerintah kota akan mengirimkan formulir pendaftaran kepada setiap kepala keluarga. Pendaftar harus memberikan nomor rekening bank, dengan fotokopi kartu identitas mereka dan informasi rekening bank. Bantuan langsung tunai akan ditransfer ke rekening tersebut.

Orang-orang juga dapat menggunakan sistem identifikasi individu, yang dikenal sebagai "My Number Card", untuk mendaftar secara daring.

Setiap pemerintah kota dapat memutuskan waktu untuk mulai menerima pendaftaran, dan akan diterima selama periode 3 bulan.

Pemerintah kota juga memutuskan kapan mulai memberikan bantuan langsung tunai. Kementerian Dalam Negeri mengatakan sejumlah pemerintah kota mungkin akan mulai secepatnya pada Mei.

Orang-orang yang tidak ingin menerima bantuan langsung tunai itu harus menuliskannya dalam formulir pendaftaran. Menteri Dalam Negeri Jepang mengatakan tidak ingin mendaftar sebagai penerima bantuan tersebut.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 22 April.





Q20: Bisakah saya menggunakan minuman berkadar alkohol tinggi sebagai pengganti cairan pembersih?

Kementerian Kesehatan Jepang telah memutuskan untuk memperbolehkan pemakaian minuman berkadar alkohol tinggi sebagai pengganti cairan pembersih guna mengisi kekurangan pasokan akibat pandemi virus korona. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap seruan dari sejumlah institusi medis dan tempat perawatan lansia yang kesulitan mendapatkan cairan pembersih berbasis alkohol.

Pada April lalu, kementerian menyampaikan kepada fasilitas-fasilitas tersebut bahwa minuman dengan kandungan alkohol tinggi yang diproduksi oleh produsen minuman bisa digunakan jika mereka tidak dapat menemukan cairan pembersih yang layak.

Minuman dengan kandungan alkohol antara 70 hingga 83 persen dapat digunakan. Sebagian minuman vodka masuk dalam kategori ini.

Para pejabat kementerian menyebutkan bahwa minuman dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi dari itu memiliki kemampuan membersihkan yang lebih rendah dan harus diencerkan sebelum digunakan. Para pejabat tersebut menekankan bahwa ini adalah langkah pengecualian untuk mengatasi kekurangan cairan pembersih, terutama di institusi medis. Mereka menyerukan masyarakat agar tetap mencuci tangan dengan benar di rumah guna mencegah penyebaran infeksi virus korona.

Tulisan ini merujuk pada data hingga 27 April.





Q21: Pasien-pasien yang tidak menunjukkan gejala

Pakar penyakit menular Sakamoto Fumie dari Rumah Sakit Internasional St. Lukes di Jepang yang akan menjawab pertanyaan seputar virus korona baru. Pertanyaan kali ini adalah mengenai pasien-pasien virus korona yang tidak menunjukkan gejala meskipun telah dinyatakan positif tertular virus tersebut.

Sakamoto mengatakan bahwa sebagian pasien dapat pulih dengan sendirinya tanpa menunjukkan gejala apa pun. Sebuah tim riset di Cina melaporkan bahwa setengah dari pasien yang disurvei menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali. Meskipun demikian, Sakamoto mengungkapkan bahwa pengamatan atas pasien harus dilakukan selama sekitar satu pekan karena sebagian di antaranya secara perlahan menjadi sakit parah.





Q22: Efektivitas penggunaan masker

Pakar penyakit menular Sakamoto Fumie dari Rumah Sakit Internasional St. Lukes di Jepang akan menjawab pertanyaan seputar virus korona baru. Pertanyaan kali ini adalah mengenai efektivitas penggunaan masker sekali pakai, serta masker yang terbuat dari bahan katun yang bisa dicuci dan digunakan kembali.

Sakamoto mengatakan bahwa berbagai eksperimen tengah dilakukan terkait seberapa efektif pemakaian masker terhadap virus. Eksperimen menunjukkan bahwa jenis masker apa pun memiliki efektivitas hingga tingkat tertentu untuk menahan percikan ludah yang keluar saat kita batuk dan bersin. Bagaimanapun, Sakamoto mengungkapkan bahwa efektivitasnya tidak sempurna untuk kedua jenis masker tersebut, dan sejumlah kecil percikan ludah tetap bisa menyebar. Oleh karena itu, lebih aman untuk menghindari keluar rumah ketika Anda batuk dan bersin.