NHK WORLD > Halaman Bahasa Indonesia > Berita Bahasa Indonesia

Kembali ke halaman berita

Neraca Perdagangan Jepang Alami Defisit

Neraca perdagangan Jepang untuk bulan April mengalami defisit untuk dua bulan berturut-turut. Defisit perdagangan ini adalah yang terbesar sejak pencatatan dimulai tahun 1979.

Kementerian Keuangan Jepang dalam laporan pendahuluan hari ini menyatakan total ekspor Jepang mencapai sekitar 70 miliar dolar. Tingkat ekspor tersebut meningkat dua bulan berturut-turut dibandingkan satu tahun sebelumnya, yaitu sebesar 7,9 persen dalam yen.

Kenaikan tersebut utamanya disebabkan meningkatnya pengiriman mobil ke Amerika Serikat dan Asia.

Sementara itu impor meningkat 8 persen menjadi sekitar 76 miliar dolar akibat naiknya permintaan gas alam cair untuk pembangkit listrik termal. Tingginya harga minyak mentah juga salah satu faktornya. Hal ini menyusul dihentikannya PLTN di seluruh Jepang pasca kecelakaan di PLTN Fukushima Daiichi tahun lalu.

Selisih ekspor dan impor Jepang menyebabkan defisit perdagangan sekitar 6,5 miliar dolar bulan lalu.

Pihak Kementerian Keuangan menyatakan ekspor meningkat berkat pulihnya perekonomian Amerika Serikat secara bertahap. Namun pihaknya menyerukan untuk terus waspada mengingat pengiriman ke Cina menurun akibat pengaruh masalah utang Eropa.