NHK WORLD > Belajar Bahasa Jepang > Belajar Bahasa Jepang Online > Kiat Hidup di Jepang
Kiat Hidup di Jepang
Baca artikel-artikel singkat tentang budaya Jepang, termasuk bahasa, kebiasaan dan etiket. Mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang selalu jadi pertanyaan Anda selama ini.
Pelajaran 40Hidup yang aktif di masa pensiun
Jepang kini semakin menjadi sebuah masyarakat yang menua. Menurut survei yang dilakukan oleh afiliasi sebuah perusahaan asurasnsi jiwa, kegemaran yang paling dingin dinikmati setelah pensiun antara lain termasuk bepergian, olahraga, menikmati makanan dan membaca buku.
Ada beragam alasan mengapa mereka tetap memiliki kegemaran semacam itu, misalnya agar "otak selalu aktif" dan untuk "menjalani kehidupan di masa pensiun." Semua alasan itu nampaknya ikut berperan dalam mempertahankan kesehatan jiwa dan raga.
Sumber: Japan Institute of Life Insurance
Pelajaran 39Tatami
Tikar tatami adalah alas lantai tradisional Jepang. Tatami dibuat dari jerami padi yang dipadatkan dan bagian luarnya dilapisi anyaman sejenis rumput yang dikenal dengan nama igusa. Belakangan jerami padi itu seringkali digantikan dengan bahan-bahan styrofoam. Ciri khas tikar tatami ini adalah karena musim panas terasa sejuk dan di musim dingin terasa hangat.
Tatami yang biasa dipakai di kawasan Kanto ukuran panjangnya 176 sentimeter dan lebar 88 sentimeter. Di kawasan Kansai ukurannya sedikit lebih besar lagi.
Tatami sejak dulu digunakan di rumah-rumah orang Jepang. Tapi seiring demgan meningkatnya pengaruh gaya barat, jumlah rumah dengan tikar tatami ini semakin berkurang. Namun tidak sedikit juga rumah-rumah atau kondominium bergaya barat yang paling tidak masih memiliki satu ruangan gaya Jepang lengkap dengan tikar tataminya.
Ukuran sebuah ruangan di Jepang seringkali ditandaia dengan jumlah tikar tatami yang muat di dalamnya. Jadi kalau anda langsung bisa membayangkan seperti apa luas sebuah ruangan berukuran 6 tikar tatami, maka anda sudah bisa dibilang mengenal betul kehidupan di Jepang.
Pelajaran 38Persiapan Menghadapi Bencana
Selama beberapa hari setelah terjadinya sebuah bencana besar, anda mungkin tidak akan bisa mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. Karena itu akan lebih baik jika anda sudah menyiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi keadaan seperti ini. Perlengkapan itu harus mencakup air minum dalam kemasan botol plastik, makanan darurat, senter, batere dan obat-obatan. Barang lain yang juga penting adalah radio kecil, agar kita selalu bisa mendapatkan informasi terbaru.
Penting juga untuk mewaspadai jatuhnya perabotan saat terjadi gempa dengan merapatkan atau memaku perabotan ke dinding. Saat gempa besar Hanshin Awaji terjadi tahun 1995, penyebab kematian yang terbesar adalah tertimpa rumah yang runtuh atau perabotan yang berjatuhan. Perabotan berukuran besar yang jatuh tidak hanya akan melukai kita tapi juga menghambat kita dalam mencari perlindungan atau menghalangi orang yang akan menyelamatkan kita.
Dasar-dasar pencegahan bencana ini penting untuk menghindari apa yang bisa kita hindari sebelum terjadi.
Pelajaran 37Cuaca
Karena di Jepang terdapat empat musim yang berbeda, maka orang Jepang sangat peka pada perubahan cuaca.
Saat anda menulis sebuah surat formal, akan lebih baik untuk memulai dengan sapaan yang berhubungan dengan musim. Anda pun dapat mengawali percakapan dengan bicara soal cuaca. Saat Anda bertemu untuk pertama kalinya dengan seseorang, bicara politik tentu tidak akan menciptakan suasana yang nyaman. Akan lebih baik juga untuk tidak memulai percakapan dengan hal-hal yang bersifat pribadi, karena menjaga jarak dengan orang lain bagi orang Jepang itu sangatlah penting.
Berikut dua ungkapan yang menunjukkan betapa eratnya orang Jepang menghubungkan diri dengan cuaca. Pernah dengar ungkapan hare-onna yang artinya "wanita pembawa cuaca cerah?" atau ame-otoko yang artinya "lelaki pembawa hujan?" Engah mengapa, seorang hare-onna selalu membawa serta cuaca yang cerah saat bepergian atau keluar, sementara ame-otoko selalu mendatangkan hujan pada saat-saat yang paling tidak diinginkan. Orang Jepang suka menilai diri sendiri sebagai pembawa hare atau ame. Anda masuk jenis yang mana?
Pelajaran 36Salon dan Tukang Cukur
Di Jepang, untuk memotong rambut kita pergi ke biyôin, yang artinya "salon kecantikan" atau ke tokoya yang artinya meaning "tukang cukur." Di tukang cukur kita bahkan bisa meminta layanan memotong kumis atau janggut. Nah, berikut ini sejumlah ungkapan yang sering digunakan di salon atau tukang cukur.
Dalam percakapan kita sudah mengenal kata maegami kan? Itu artinya "bagian depan rambut atau poni." Kita juga bisa memendekkannya menjadi mae.
Perlu juga untuk mengingat kata eriashi, yang artinya "garis rambut di atas kerah." Dan momiage, yang berarati "cambang."
Kalau mau membuat rambut menjadi keriting, maka kita ucapkan pâma o onegai shimasu— yang artinya "saya ingin membuat rambut menjadi keriting."
Dan kalau anda ingin menyerahkan model atau panjangnya kepada tukang cukur, ucapkan saja Omakase shimasu, yang artinya "Terserah anda saja."
Entri Terbaru
Lihat entri dari
RSS
Lihat Selengkapnya
Bookmark
![[Gratis] Unduh Pelajaran (Audio/Teks)](../images/btn_dl.png)